News  

Ambisi Besar Era Media Sejahtera Bidik AI

admin
Ambisi Besar Era Media Sejahtera Bidik AI

faseberita.id – PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta persaingan industri teknologi di tanah air. Perusahaan yang sebelumnya dikenal di sektor periklanan digital ini secara resmi mengumumkan rencana transformasi bisnis yang sangat ambisius. Alih-alih hanya fokus pada media, perusahaan kini tengah merancang diri menjadi penyedia infrastruktur ekosistem kecerdasan artifisial (AI) terpadu di Indonesia.

Langkah strategis ini tidak main-main. Di bawah kendali pemegang saham pengendali baru, PT Sinergi Internasional Investama (SII), DOOH telah menyiapkan empat rangkaian aksi korporasi masif yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp2 triliun. Transformasi ini menandai babak baru bagi perseroan dalam menyambut era digitalisasi berbasis kecerdasan buatan.

Ambisi Besar Era Media Sejahtera Bidik AI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu manuver utama dalam rencana ini adalah langkah akuisisi melalui entitas anak mereka, PT Cakrawala Nexus Investama (CNI). CNI berencana mengambil alih 29,88% saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN). Dalam transaksi ini, perseroan akan membeli sebanyak 6,685 miliar lembar saham INET dengan harga Rp300 per lembar saham. Total nilai transaksi yang disiapkan mencapai angka fantastis, yakni Rp2,005 triliun.

Angka tersebut menunjukkan skala ekspansi yang sangat agresif, mengingat nilai transaksinya setara dengan 647,90% dari total ekuitas konsolidasian perseroan per Juni 2026. Integrasi dengan INET diharapkan mampu memperkuat lima pilar bisnis utama perseroan, yang meliputi AI Data Center, konektivitas berkecepatan tinggi (High-Speed Connectivity), tulang punggung serat optik darat (Inland Fiber Optic Backbone), tulang punggung serat optik bawah laut (Submarine Fiber Optic Backbone), hingga sektor energi hijau melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Untuk mendanai ambisi raksasa ini, perseroan telah menyusun skema pendanaan yang terstruktur. Pertama, DOOH akan mendapatkan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari SII dengan plafon hingga Rp5 triliun untuk jangka waktu 10 tahun dengan bunga 7,50% per tahun. Dana tahap awal sebesar Rp2 triliun akan langsung dialokasikan untuk membiayai akuisisi saham INET.

Kedua, perusahaan akan melakukan realokasi dana hasil IPO. Sisa dana IPO sebesar Rp120 miliar akan dialihkan menjadi setoran modal kepada CNI guna mendukung pendanaan akuisisi tersebut. Ketiga, perseroan berencana melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I atau rights issue) dengan maksimal 154,77 miliar saham baru, yang juga disertai penerbitan Waran Seri II.

Terakhir, sebagai bagian dari penataan ulang identitas, perusahaan akan melakukan restrukturisasi menyeluruh. Hal ini mencakup perubahan nama perusahaan, perubahan alamat, penyesuaian bidang usaha sesuai KBLI 2025, hingga perombakan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Seluruh rangkaian rencana besar ini nantinya akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Senin, 9 November 2026.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *