News  
admin

IHSG Melonjak 1,18% Jumat Ini, Reformasi Pasar Jadi Kunci

faseberita.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan performa yang menggembirakan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil bertengger di level 8.329,61, melonjak 97,40 poin atau setara dengan kenaikan 1,18 persen dari posisi penutupan sehari sebelumnya yang berada di 8.232,20.

Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Kenaikan ini menjadi angin segar setelah pasar sempat diwarnai volatilitas dalam lima hari terakhir. Tercatat, IHSG sempat menyentuh puncak 8.975,33 pada penutupan 26 Januari 2026, sebelum kemudian terperosok ke 8.320,56 pada 28 Januari. Penurunan tajam tersebut dipicu oleh sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti isu-isu krusial seperti free float, transparansi kepemilikan saham, serta pembekuan perubahan komposisi indeks.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen pemerintah untuk memenuhi harapan MSCI. Dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026), Airlangga menyatakan, "OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BEI (Bursa Efek Indonesia) diharapkan menerbitkan aturan yang meningkatkan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen." Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.

Selain peningkatan free float, percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menjadi agenda prioritas tahun ini. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal melalui transformasi struktural, sekaligus meminimalisir potensi benturan kepentingan antara pengurus bursa dengan para anggotanya.

Pemerintah juga berencana meningkatkan batas investasi dana pensiun dan asuransi di pasar modal secara signifikan, dari 8 persen menjadi 20 persen. Penempatan dana ini akan difokuskan pada emiten-emiten yang tergabung dalam indeks LQ45, yang dikenal memiliki kapitalisasi pasar besar, likuiditas tinggi, serta fundamental perusahaan yang solid.

Sementara itu, pergerakan pasar global menunjukkan gambaran yang bervariasi pada sore hari ini. Indeks S&P 500 tercatat melemah tipis 0,13 persen atau 9,02 poin, berada di level 6.969,01. Berbeda dengan S&P 500, Dow Jones justru menguat 0,11 persen atau 55,96 poin, mencapai 49.071,56.

Di Asia, mayoritas indeks regional menunjukkan tren negatif. Indeks Hang Seng Hong Kong anjlok signifikan 2,08 persen atau 580,98 poin, ditutup pada 27.387,11. Nikkei Jepang juga tak luput dari koreksi, turun 0,099 persen atau 52,75 poin, berakhir di 53.322,85. Senada, indeks Shanghai Tiongkok melemah 0,96 persen atau 40,04 poin ke 4.117,95. Sementara itu, indeks teknologi Nasdaq di Amerika Serikat juga mengalami tekanan, terkoreksi 0,72 persen atau 172,33 poin, menutup perdagangan di 23.685,12.


Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *