News  

Lelang SBN Syariah Laris Manis Rp10 Triliun

admin
Lelang SBN Syariah Laris Manis Rp10 Triliun

faseberita.id – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan taringnya di pasar instrumen keuangan syariah. Melalui mekanisme lelang yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia pada Selasa, 6 Oktober 2026, pemerintah sukses menghimpun dana segar dalam jumlah fantastis dari penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Dalam aksi lelang tersebut, pemerintah menawarkan delapan seri instrumen syariah dengan total nilai penawaran mencapai Rp32,62 triliun. Namun, dari total penawaran yang masuk, pemerintah memutuskan untuk memenangkan penawaran dengan total nilai sebesar Rp10 triliun. Keberhasilan ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional serta daya tarik instrumen berbasis syariah yang ditawarkan negara.

Lelang SBN Syariah Laris Manis Rp10 Triliun
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berdasarkan data yang dihimpun dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, antusiasme pasar terlihat dari angka bid-to-cover ratio yang cukup solid. Untuk jenis Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPN-S), rasio penawarannya menyentuh angka 6,53%, sementara untuk instrumen Sukuk berada di level 4,46%.

Menteri Keuangan, melalui otoritas DJPPR, menegaskan bahwa penetapan nominal yang dimenangkan telah sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang SBSN. Keputusan untuk memenangkan Rp10 triliun dari kedelapan seri yang ditawarkan merupakan langkah strategis dalam pengelolaan pembiayaan negara.

Jika menilik rinciannya, seri SPNS12042027 menjadi salah satu yang paling dominan dengan nilai kemenangan mencapai Rp2,65 triliun dan yield rata-rata tertimbang sebesar 6,45%. Selain itu, seri PBSG002 juga mencatatkan angka yang signifikan dengan nominal kemenangan Rp1,9 triliun.

Berikut adalah rincian lengkap dari delapan seri yang dimenangkan dalam lelang tersebut:

Pertama, seri SPNS23112026 dengan nominal Rp500 miliar dan yield 6,38%. Kedua, seri SPNS12042027 sebesar Rp2,65 triliun dengan yield 6,45%. Ketiga, seri SPNS07062027 senilai Rp1 triliun dengan yield 6,5%. Keempat, seri PBS030 dengan nilai Rp1,8 triliun dan yield 6,80780%.

Selanjutnya, seri PBS040 menyumbang Rp1,35 triliun dengan yield 7,03680%. Seri PBSG002 menyumbang Rp1,9 triliun dengan yield 7,07959%. Untuk seri jangka panjang, PBS034 dimenangkan sebesar Rp600 miliar dengan yield 7,20929%, dan terakhir seri PBS038 dengan nominal Rp200 miliar serta yield 7,21525%.

Seluruh instrumen ini dijadwalkan akan melakukan penyelesaian atau tanggal setelmen pada 8 Oktober 2026. Keberhasilan lelang ini diharapkan dapat memperkuat struktur pembiayaan negara serta memberikan alternatif investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah bagi para investor di dalam maupun luar negeri.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *