News  

Siloam Akuisisi Fantastis 14 RS Rp 6,9 T

admin
Siloam Akuisisi Fantastis 14 RS Rp 6,9 T

faseberita.id – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membuat gebrakan raksasa di sektor kesehatan tanah air. Perusahaan rumah sakit terkemuka ini mengumumkan rencana ambisius untuk mengambil alih kepemilikan 14 perusahaan yang mengelola aset rumah sakit. Aksi korporasi bernilai fantastis Rp 6,9 triliun ini ditujukan kepada entitas yang sebelumnya bermitra dengan First Real Estate Investment Trust (First REIT).

First REIT sendiri dikenal sebagai pemain global dalam investasi real estat fasilitas kesehatan. Selama ini, Siloam bertindak sebagai operator utama bagi sejumlah properti milik First REIT di Indonesia. Dengan langkah strategis ini, Siloam berambisi untuk mengintegrasikan seluruh layanan kesehatan secara lebih mendalam, memastikan pengelolaan fasilitas yang optimal, serta merancang strategi jangka panjang tanpa batasan.

Siloam Akuisisi Fantastis 14 RS Rp 6,9 T
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Manajemen Siloam, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjelaskan bahwa kepemilikan langsung akan memberikan kendali penuh. "Perseroan akan memiliki keleluasaan mutlak dalam mengoptimalkan investasi sesuai kebutuhan medis dan komersial, sesuatu yang sebelumnya terbatas oleh perjanjian sewa dalam upaya ekspansi dan renovasi," ungkap manajemen pada tanggal 22 September 2026.

Proses pengambilalihan ini akan dilaksanakan dalam dua tahap besar. Tahap pertama, yang dijadwalkan pada 1 April 2026, mencakup akuisisi delapan perusahaan sasaran berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA). Nilai transaksi untuk tahap awal ini diperkirakan mencapai Rp 4,07 triliun.

Delapan perusahaan yang akan diakuisisi pada tahap pertama meliputi:

  • PT Sriwijaya Mega Abadi (SMA), pemilik Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang.
  • PT Eka Dasa Parinama (EDP), pengelola Siloam Hospitals Purwakarta.
  • PT Sentra Dinamika Perkasa (SDP), yang membawahi Siloam Hospitals Lippo Village di Tangerang.
  • PT Graha Indah Pratama (GIP), dengan aset Siloam Hospitals Kebon Jeruk di Jakarta Barat.
  • PT Dasa Graha Jaya (DGJ), pemilik Siloam Hospitals Denpasar di Bali.
  • PT Nusa Bahana Niaga (NBN) Divisi Rumah Sakit, pengelola Siloam Hospitals Kupang.
  • PT Buton Bangun Cipta (BBC) Divisi Rumah Sakit, dengan aset Siloam Hospitals Baubau.
  • PT Menara Abadi Megah (MAM) Divisi Rumah Sakit, yang mengelola Siloam Hospitals Manado.

Sementara itu, tahap kedua akan melibatkan enam perusahaan lainnya. Akuisisi ini akan terjadi jika pemegang opsi menjalankan hak jualnya berdasarkan Put Option Agreement (POA) yang juga berlaku sejak 1 April 2026. Nilai transaksi untuk tahap kedua ini ditaksir mencapai Rp 2,8 triliun.

Enam perusahaan yang masuk dalam daftar tahap kedua adalah:

  • PT Prima Laguan Bajo (PLB), pemilik Siloam Hospitals Labuan Bajo.
  • PT Perisai Dunia Sejahtera (PDS), dengan aset Siloam Hospitals TB Simatupang di Jakarta Selatan.
  • PT Bayutama Sukses (BS), pengelola Siloam Hospitals Makassar.
  • PT Primatama Cemerlang (PC), yang mengoperasikan Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre di Jakarta Pusat.
  • PT Graha Pilar Sejahtera (GPS), dengan aset Siloam Hospitals Lippo Cikarang.
  • PT Yogya Central Terpadu (YCT) Divisi Rumah Sakit, yang mengelola Siloam Hospitals Yogyakarta.

Manajemen Siloam berharap, transaksi besar ini akan membawa dampak positif signifikan dalam jangka panjang, seperti peningkatan arus kas dan laba bersih. Integrasi layanan kesehatan juga akan semakin kuat. Namun, mereka juga mengakui adanya potensi penurunan arus kas dan laba bersih dalam jangka pendek akibat lonjakan beban bunga pinjaman yang tak terhindarkan. Langkah ini menegaskan posisi Siloam sebagai salah satu kekuatan utama di industri rumah sakit Indonesia.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *