faseberita.id – Komisi Pemberantasan Korupsi KPK kembali mengguncang publik dengan operasi senyapnya. Kali ini Bupati Bolaang Mongondow Utara Bolmut Sirajudin Lasena menjadi target penangkapan. Aksi penegak hukum antikorupsi ini sontak membuat publik menyoroti total aset sang bupati yang fantastis.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara LHKPN yang diserahkan pada 29 Maret 2026 untuk periode tahun 2025 Sirajudin Lasena tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai Rp12 miliar. Angka ini terungkap setelah total asetnya yang mencapai Rp146 miliar dikurangi beban utang sebesar Rp26017 juta.

Penyumbang terbesar kekayaan Sirajudin berasal dari sektor properti. Tercatat aset tanah dan bangunan miliknya bernilai total Rp810 juta. Rinciannya meliputi sebidang tanah dan bangunan seluas 636 meter persegi per 128 meter persegi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara senilai Rp400 juta. Selain itu ada pula tanah dan bangunan seluas 150 meter persegi per 95 meter persegi di Kota Gorontalo seharga Rp300 juta. Tak ketinggalan dua bidang tanah lainnya di Bolmut seluas 50 ribu meter persegi senilai Rp60 juta dan 1053 meter persegi seharga Rp50 juta. Seluruh aset properti ini diklaim sebagai hasil perolehan sendiri.
Selain properti Sirajudin juga memiliki koleksi alat transportasi dan mesin dengan total nilai Rp326 juta. Daftar aset ini mencakup sebuah sepeda gunung keluaran tahun 2020 seharga Rp1 juta dan mobil Suzuki Baleno 3K5FX 4×2 tahun 2023 senilai Rp325 juta. Sama seperti propertinya semua kendaraan ini juga diakui sebagai hasil jerih payah sendiri. Lebih lanjut harta bergerak lainnya miliknya tercatat Rp2025 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp12609 juta. Sementara itu tidak ada catatan mengenai surat berharga maupun harta lainnya.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya mengindikasikan bahwa operasi tangkap tangan ini diduga kuat terkait dengan praktik penerimaan ilegal oleh penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Salah satu dugaan proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan infrastruktur jalan yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR Pemkab Bolmut.
Dalam operasi yang berlangsung di beberapa wilayah seperti Jakarta Sulawesi Utara dan Gorontalo tim penyidik KPK berhasil mengamankan total 14 orang. Selain Bupati Sirajudin Lasena penangkapan juga menyasar sejumlah kepala dinas serta pihak swasta yang diduga terlibat dalam pusaran kasus ini.







