faseberita.id – Badan Pengelola BUMN dan Danantara melancarkan gebrakan signifikan. Mereka mendesak PT Bio Farma Persero untuk kembali ke akar mandatnya. Fokus utama adalah riset mendalam dan pengembangan vaksin orisinal buatan sendiri bukan sekadar memproduksi lisensi pihak lain. Langkah ini juga bertujuan memperluas jangkauan produk kesehatan Indonesia ke pasar global.
Dalam sebuah rapat penting dengan jajaran direksi Bio Farma Group pada Senin 14 September 2026 Dony Oskaria selaku Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer COO Danantara menegaskan arah transformasi. Menurutnya Bio Farma harus memperkuat kapabilitas internal dalam menciptakan serta mengembangkan produk inovatif. "Mandat asli Bio Farma adalah menciptakan vaksin. Namun belakangan produk baru tak kunjung bertambah sehingga mereka lebih sering berfungsi sebagai pabrik bagi vaksin buatan pihak lain. Kini kami bertekad mengembalikan Bio Farma ke jalur semestinya" ungkap Dony.

Penguatan sektor riset dan pengembangan ini akan berjalan beriringan dengan upaya ekspansi teknologi dan produk Bio Farma di kancah internasional. Terbukti dalam dua tahun terakhir inovasi kesehatan dari Indonesia telah menembus pasar sejumlah negara seperti Senegal Ghana dan India.
Ke depan Bio Farma juga diinstruksikan untuk memperluas penetrasi produknya ke berbagai negara di kawasan Afrika. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi besar untuk memantapkan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri produsen vaksin dan produk kesehatan global.
Refokus pada riset dan pengembangan diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas Bio Farma dalam menciptakan solusi kesehatan mandiri. Lebih jauh langkah ini krusial untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan sektor kesehatan nasional. Pada saat yang sama penguasaan teknologi serta produk kesehatan asli Indonesia diharapkan dapat terus berkembang memberikan kontribusi substansial bagi industri kesehatan di seluruh dunia.







