News  

BUMI Akhirnya Ungkap Rahasia Akuisisi Tambang Australia

admin
BUMI Akhirnya Ungkap Rahasia Akuisisi Tambang Australia

faseberita.id – PT Bumi Resources Tbk BUMI akhirnya angkat bicara menanggapi pertanyaan Bursa Efek Indonesia BEI terkait akuisisi perusahaan tambang asal Australia Loyal Metals LM. Sebuah transaksi jumbo senilai lebih dari Rp1 triliun atau setara AU$79 juta kini menjadi sorotan publik.

Direktur BUMI R.A. Sri Dharmayanti menjelaskan bahwa angka fantastis tersebut bukan tanpa dasar. Penentuan nilai transaksi dilakukan melalui uji tuntas komprehensif meliputi aspek hukum keuangan perpajakan dan teknis oleh penasihat independen. Proses negosiasi intensif antara BUMI dan LM turut membentuk kesepakatan akhir.

BUMI Akhirnya Ungkap Rahasia Akuisisi Tambang Australia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pendanaan akuisisi ini berasal dari dua sumber utama. Sebagian besar sekitar US$54 juta atau Rp958 miliar didapat dari pinjaman Glencore Australia Holdings Pty Limited. Sisanya sejumlah Rp46 miliar lebih disokong dari kas internal emiten Grup Bakrie ini.

Sri Dharmayanti menambahkan akuisisi ini bukan sekadar ekspansi biasa. Dengan aset LM seperti Wolfram Limited dan Jubilee Metals yang berlokasi di Queensland BUMI melihat potensi sinergi luar biasa. Rencana integrasi operasional infrastruktur pengolahan tenaga kerja teknis kontraktor pertambangan dan jalur logistik akan dioptimalkan. Kesamaan struktur perizinan dan kewajiban lingkungan dalam satu yurisdiksi juga menjadi nilai tambah.

Langkah strategis ini juga sejalan dengan ambisi BUMI untuk mencapai bauran EBITDA dari kegiatan usaha non-batubara termal di atas 50 persen pada tahun 2031. Sebuah target ambisius yang menunjukkan komitmen BUMI terhadap diversifikasi bisnis.

Namun BEI sempat menyoroti beberapa informasi dari laman investors.loyalmetals.com yang menyebut adanya proyek tambang tembaga berkadar tinggi yang telah berhenti operasi sejak Juli 2005 serta beberapa proyek lithium lainnya.

Menanggapi hal ini Sri Dharmayanti menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut memang belum dapat memberikan kontribusi pendapatan langsung. Mereka masih memerlukan pengembangan infrastruktur lanjutan. Untuk Highway Reward Copper-Gold Mine kontribusi pendapatan ditargetkan pada tahun kedua setelah akuisisi. Sementara untuk aset lithium waktu kontribusi akan ditentukan setelah eksplorasi dan evaluasi selesai.

Di sisi lain Wolfram Limited sudah menunjukkan hasil positif dengan produksi pertamanya pada Mei 2026. Sedangkan Jubilee Metals Limited tengah fokus pada pembangunan pabrik Carbon-in-Leach CIL. Kegiatan penambangan di Jubilee Metals pada dasarnya siap dimulai begitu pabrik CIL rampung.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *