News  

BRI Ungkap Kunci Sukses Kualitas Aset Makin Prima

admin
BRI Ungkap Kunci Sukses Kualitas Aset Makin Prima

faseberita.id – PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk atau BRI kembali mencatatkan kinerja gemilang hingga pertengahan 2026. Bank pelat merah ini berhasil memadukan pertumbuhan bisnis yang pesat dengan mutu aset yang terjaga ketat. Strategi ini terbukti efektif, menempatkan penyaluran kredit dan pembiayaan BRI melampaui rata-rata industri perbankan, diiringi dengan perbaikan signifikan pada berbagai indikator kualitas aset.

Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti menegaskan bahwa lonjakan kinerja ini adalah buah dari pendekatan strategis perusahaan dalam mendorong ekspansi yang sehat dan berkualitas. Menurutnya, BRI tidak sekadar mengejar volume pinjaman, melainkan memastikan setiap langkah ekspansi tetap berada dalam batas toleransi risiko dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

BRI Ungkap Kunci Sukses Kualitas Aset Makin Prima
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Pertumbuhan distribusi pinjaman dan pembiayaan BRI pada Triwulan II 2026 yang unggul dari sektor perbankan, disertai peningkatan mutu aset yang berkelanjutan, adalah bukti nyata bahwa ekspansi kami berjalan sehat dengan tetap mengutamakan kewaspadaan. Kami terus menjaga harmoni antara geliat usaha dan kualitas kredit demi pertumbuhan BRI yang lestari untuk jangka panjang," ujar Ety dalam keterangan resminya.

Keberhasilan strategi ini tercermin dari membaiknya angka pinjaman macet atau Non-Performing Loan NPL. Rasio NPL BRI turun dari 3,0% pada Triwulan II 2025 menjadi 2,9% pada akhir Triwulan II 2026. Penurunan NPL ini menjadi indikator kuat efektivitas taktik mitigasi risiko yang diterapkan BRI di tengah percepatan penyaluran kredit.

Ety menjelaskan, BRI konsisten menerapkan pendekatan pertumbuhan selektif atau selective growth. Ini berarti perusahaan mengarahkan ekspansi ke segmen, sektor, dan nasabah yang memiliki profil risiko terukur. Strategi ini diperkuat dengan peningkatan sistem peringatan dini serta optimalisasi fungsi penagihan dan pemulihan untuk memastikan mutu portofolio secara komprehensif.

"Kami bertekad memastikan setiap pertumbuhan memiliki kualitas prima sejak awal. Oleh karena itu, manajemen risiko dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari proses akuisisi dan seleksi debitur, pemantauan kualitas kredit, hingga penagihan dan pemulihan," papar Ety.

Peningkatan kualitas kredit BRI juga terlihat pada tolok ukur prospektif, yakni Pinjaman Berisiko atau Loan at Risk LaR. Hingga akhir Triwulan II 2026, rasio LaR BRI membaik menjadi 9,1% dari 9,6% pada akhir 2025. Penurunan ini mengindikasikan peningkatan kualitas risiko portofolio sekaligus mencerminkan perbaikan mutu penyaluran pinjaman baru.

Sejalan dengan membaiknya NPL dan LaR, Biaya Kredit atau Cost of Credit CoC BRI juga menurun dari 3,4% pada Q2 2025 menjadi 3,1% pada akhir Triwulan II 2026. Perbaikan CoC ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas aset turut berdampak positif terhadap beban risiko perusahaan.

Di samping itu, BRI memiliki keunggulan kompetitif berupa jejaring yang merata dan basis klien yang beragam. Karakteristik ini memungkinkan BRI membangun portofolio kredit yang terdiversifikasi secara geografis maupun sektoral, sehingga mengukuhkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi gejolak perekonomian.

Pengelolaan mutu kredit ini menjadi krusial mengingat Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM merupakan bisnis inti BRI. Bagi BRI, besarnya eksposur UMKM bukan hanya sebagai instrumen untuk memperluas jangkauan layanan finansial dan mendorong geliat ekonomi rakyat, tetapi juga sebagai portofolio usaha yang wajib dikelola secara prima dengan pengawasan risiko yang ketat dan teratur.

"Model bisnis berbasis UMKM memberikan kontribusi sosial dan ekonomi yang signifikan karena langsung menyentuh kegiatan produktif komunitas. Pada saat yang sama, kami terus membuktikan bahwa portofolio tersebut dapat dikelola dengan level risiko yang terkendali. Dengan manajemen risiko yang disiplin, UMKM dapat terus menjadi pilar utama pertumbuhan BRI sekaligus mengukuhkan peran perusahaan bagi ekonomi rakyat," pungkas Ety.

Peningkatan kualitas aset ini turut mendukung performa BRI yang kokoh. Hingga Triwulan II 2026, akumulasi aset Grup BRI mencapai Rp2.352 triliun atau melaju 11,7% secara tahunan. Sementara itu, distribusi pinjaman melonjak 16,2% secara tahunan menjadi Rp1.646 triliun. Pada periode yang sama, profit bersih konsolidasi perusahaan mencapai Rp31,2 triliun atau meroket 17,5% secara tahunan.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *