faseberita.id – PT Cipta Perdana Lancar Tbk PART sebuah emiten komponen otomotif kini tengah membuat gebrakan besar Strategi diversifikasi bisnis yang agresif diprediksi bakal mendongkrak laba bersih perseroan hingga 4618 persen pada tahun 2026 Salah satu fokus utama adalah mengincar potensi cuan dari program Makan Bergizi Gratis MBG pemerintah
Sejak paruh kedua 2025 PART mulai merambah sektor non-otomotif dengan memproduksi berbagai mesin pertanian peralatan rumah tangga serta perlengkapan pendukung program pemerintah maupun swasta di bidang pertanian dan industri makanan minuman Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan untuk tidak hanya bergantung pada industri otomotif yang kompetitif

Hingga Juni 2026 PART telah mencatatkan pendapatan fantastis sebesar Rp17764 miliar Sementara itu laba bersih perusahaan juga menunjukkan tren positif mencapai Rp911 miliar sedikit lebih tinggi dari Rp856 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya
Manajemen PART menegaskan bahwa ekspansi ini bukan berarti meninggalkan bisnis inti otomotif yang tetap menjadi fondasi utama dan terus tumbuh di kisaran 5 sampai 15 persen per tahun Sebaliknya lini non-otomotif hadir sebagai mesin pertumbuhan pelengkap dengan potensi kenaikan yang jauh lebih tinggi dan peluang pasar yang semakin luas
Untuk tahun 2026 PART mematok target pendapatan mencapai Rp41362 miliar angka ini melonjak sekitar 1191 persen dibanding pendapatan tahun 2025 Sejalan dengan itu laba bersih diproyeksikan meroket hingga Rp4416 miliar meningkat signifikan 4618 persen dari laba bersih 2025 yang tercatat Rp3021 miliar
Direktur PART Tjoeng Rino Saputra atau akrab disapa Ayung menjelaskan bahwa diversifikasi ini bertujuan memperkuat posisi PART melalui sumber pendapatan baru Kami tetap menjaga bisnis komponen otomotif sebagai pilar utama sekaligus mengasah kapabilitas produksi perseroan untuk meraih kesempatan di sektor non-otomotif ujarnya
Sebelumnya PART juga telah mengumumkan rencana memperluas jangkauan konsumen dengan meluncurkan produk Tray Food yang sepenuhnya menggunakan komponen dalam negeri atau full TKDN Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia KBLI ini didasari oleh ketatnya persaingan di industri manufaktur serta tingginya permintaan Tray Food untuk menyokong Program Makan Bergizi Gratis Pemerintah







