faseberita.id – Lebih dari seratus hektare lahan persawahan di wilayah ini terancam gagal panen. Kondisi memprihatinkan ini terjadi setelah saluran irigasi Kali Temi mengering dan suplai air tak lagi mencapai area hilir. Para petani kini dihadapkan pada pilihan sulit merelakan sebagian besar tanamannya yang sudah tidak terselamatkan.
Krisis air ini telah berlangsung selama lebih dari sepekan terakhir. Akibatnya, sawah-sawah yang biasanya subur kini berubah menjadi lahan kering kerontang. Sebagian petani terpaksa menangguhkan jadwal tanam berikutnya, menunggu kepastian pasokan air yang tak kunjung datang. Situasi ini menciptakan ketegangan dan memunculkan ancaman perselisihan di kalangan masyarakat petani yang semakin putus asa.

Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera mencari solusi konkret untuk mengatasi bencana kekeringan ini. Tanpa intervensi cepat, kerugian yang lebih besar dan potensi konflik sosial di antara para petani akan semakin sulit dihindari. Masa depan pertanian lokal kini berada di ujung tanduk.

