News  

Insentif EV Belum Jelas Produsen Dag Dig Dug

admin

faseberita.id – Industri kendaraan listrik di Indonesia tengah menanti kepastian. Dua raksasa otomotif, Indomobil dan BYD, mengungkapkan kegelisahan mereka terkait skema insentif mobil listrik yang tak kunjung terang benderang dari pemerintah. Ketidakjelasan ini berpotensi menghambat laju elektrifikasi yang sedang bergairah.

Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw, saat ditemui di ajang GIIAS 2026 Tangerang Rabu 29 Juli 2026, menyatakan pihaknya masih dalam posisi "wait and see". Indomobil, sebagai distributor resmi merek seperti Leapmotor dan Citroën yang telah menjajakan produk EV, sangat berharap ada ketegasan. Tan Kim Piauw menekankan pentingnya regulasi yang gamblang agar konsumen tidak ragu mengambil keputusan pembelian.

Insentif EV Belum Jelas Produsen Dag Dig Dug
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengisyaratkan skema insentif EV mendatang tidak akan berlaku merata untuk semua perusahaan. Jatah insentif direncanakan tetap pada angka 100 ribu unit masing-masing untuk sepeda motor listrik dan mobil listrik. Namun, detail ketentuan baru masih dalam pembahasan intensif bersama Kementerian Perindustrian dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara BPI Danantara.

Senada dengan Indomobil PT BYD Motor Indonesia melalui Head of PR & Government Relations Luther T Panjaitan juga menyatakan kesiapan untuk mengikuti rancangan kebijakan pemerintah. Luther yang ditemui di stan BYD ICE BSD City Tangerang pada tanggal yang sama, meyakini setiap kebijakan fiskal pasti telah melalui kalkulasi matang. Ia menambahkan tren elektrifikasi sangat ditopang oleh kebijakan fiskal maupun non-fiskal yang selaras dengan tujuan mengurangi subsidi bahan bakar dan emisi.

Luther berharap tidak ada kebijakan yang justru kontraproduktif dalam waktu dekat. Hal ini penting demi menjaga momentum positif penjualan yang sedang melonjak pada pertengahan 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gaikindo menunjukkan pasar EV semester I 2026 mencapai 77.041 unit, melesat 39,4 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya. BYD sendiri mencatatkan penjualan impresif 23.257 unit pada semester pertama tahun ini.

Di sisi lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin 27 Juli 2026 sempat mengaitkan pemberian insentif dengan program pengembangan mobil dan sepeda motor listrik nasional. Pernyataan ini menambah kompleksitas dan spekulasi di kalangan pelaku industri yang mendambakan kejelasan segera.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *