News  

Bukalapak Untung Besar Setelah Buang Bisnis Ini

admin

faseberita.id – Direktur PT Bukalapak.com Tbk Victor Putra Lesmana mengungkap strategi jitu yang membuat pendapatan perusahaan melonjak drastis hingga 90 persen pada tahun 2025. Keputusan berani menghentikan lini bisnis e-commerce fisik menjadi pemicu utama di balik lonjakan profitabilitas ini. Langkah strategis ini diambil setelah perusahaan mencatat kerugian ratusan miliar rupiah, dan kini adjusted EBITDA Bukalapak berhasil berbalik positif pada awal 2026.

Victor menjelaskan bahwa kebijakan mengakhiri operasional e-commerce fisik diputuskan setelah Bukalapak meninjau sekitar 45 lini usaha yang ada. Bisnis tersebut dinilai tidak lagi prospektif lantaran kontribusinya terhadap total pendapatan sangat minim, kurang dari tiga persen, namun justru menjadi biang kerok kerugian terbesar bagi perusahaan.

Bukalapak Untung Besar Setelah Buang Bisnis Ini
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

"Kami melihat bahwa ini bisnis yang tidak pernah bisa sustainable di Indonesia. Dan akhirnya kami mengambil keputusan bahwa pada Oktober 2024 kami tidak melanjutkan bisnis physical e-commerce lagi, walaupun yang digital masih," ujar Victor saat ditemui di Gedung Tempo pada Senin 20 Juli 2026.

Penghentian bisnis tersebut merupakan bagian integral dari perombakan struktur internal perusahaan berkode saham BUKA ini. Bukalapak kemudian mengalihkan fokusnya pada sekitar 12 lini bisnis inti yang dikelompokkan menjadi empat segmen utama: Bukalapak, gaming, investasi, dan ritel. Victor menambahkan, perubahan struktur ini bertujuan untuk menetapkan visi bisnis yang lebih terarah bagi setiap unit usaha sekaligus menjamin keterbukaan informasi bagi para investor dan pemegang saham.

Menurut Victor, restrukturisasi perusahaan kini mulai membuahkan hasil nyata. "Revenue kita tetap naik. Kalau kita lihat dari 2024 ke 2025, kenaikannya itu 90 persen year on year, sedangkan profitabilitasnya juga terus meningkat," ungkapnya. Ia menegaskan bahwa adjusted EBITDA yang sebelumnya mencatat angka negatif ratusan miliar rupiah kini telah berubah menjadi positif pada awal 2026.

Meski demikian, Victor menjelaskan bahwa laba bersih perusahaan masih terpengaruh oleh penyesuaian nilai investasi yang harus dicatat setiap kuartal sesuai standar akuntansi. Oleh karena itu, laba bersih belum sepenuhnya mencerminkan kondisi operasional inti perusahaan. "Sebenarnya dari awal memang kita tidak pernah mengklaim kalau kita sudah positif," kata Victor. Ia menekankan bahwa adjusted EBITDA menjadi tolok ukur yang lebih akurat untuk menggambarkan kinerja operasional Bukalapak, mengingat laba bersih masih dipengaruhi fluktuasi nilai investasi di pasar modal.

Saat ini, bisnis gaming tampil sebagai penyumbang pendapatan terbesar bagi Bukalapak. Melalui platform Itemku dan AFAK Gaming, Bukalapak telah berhasil merambah pasar global di sejumlah negara di Asia Tenggara, Eropa, hingga Amerika Serikat. Ekspansi internasional ini, menurut Victor, menjadi salah satu mesin pendorong pertumbuhan perusahaan pasca restrukturisasi bisnis.

Ke depan, Bukalapak menargetkan setiap unit usaha dapat tumbuh independen dengan tim dan kepemimpinan masing-masing. Victor menyatakan bahwa model ini disiapkan agar setiap lini bisnis memiliki peta jalan menuju keuntungan dan berpotensi untuk mandiri bahkan melalui pemisahan usaha (spin-off) apabila telah mencapai skala usaha yang memadai.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *