News  

Jangan Panik Rupiah Siap Menggila Ini Buktinya

admin

faseberita.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih menunjukkan pergerakan yang terombang-ambing di kisaran 18.071. Namun di tengah ketidakpastian ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menyuarakan optimisme tinggi. Ia yakin penuh bahwa rupiah akan segera bangkit perkasa setelah berbulan-bulan mengalami pelemahan berturut-turut.

Purbaya menjelaskan bahwa dinamika pasar global kini memang dipenuhi berbagai gejolak eksternal yang berada di luar kendali pemerintah. "Ada sentimen global yang tak bisa kita atur" ujarnya dalam sebuah kesempatan di Yogyakarta baru-baru ini. Kendati demikian ia menegaskan kunci utama menghadapi badai global ini adalah dengan memastikan roda ekonomi domestik khususnya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM tetap berputar dan hidup dengan baik.

Jangan Panik Rupiah Siap Menggila Ini Buktinya
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Menurut Purbaya penguatan rupiah adalah konsekuensi logis dari pertumbuhan ekonomi yang sehat serta stabilitas sosial politik yang terjaga konsisten di dalam negeri. Keberadaan dan geliat UMKM yang kokoh menjadi pilar utama dalam menjaga iklim sosial politik yang kondusif. Hal ini pada gilirannya akan menarik minat investor internasional. "Rupiah pasti akan menguat pada waktunya sebab investor akan mencari tempat dengan ekonomi yang tumbuh baik dan stabilitas terjaga" imbuhnya.

Kementerian Keuangan bersama seluruh jajaran pemerintah kini memusatkan perhatian pada keberlanjutan ekonomi sektor usaha mikro dan UMKM. Langkah menjaga denyut ekonomi lokal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Salah satu buktinya adalah pemangkasan drastis bunga pinjaman bagi usaha mikro atau UMi dari 22 persen menjadi 8 persen. "Ini bukti nyata keberpihakan Presiden Prabowo terhadap ekonomi rakyat dan UMKM" tegas Purbaya.

Oleh karena itu Purbaya meminta semua pihak agar tidak terlalu cemas terhadap tekanan eksternal. Ia menyarankan fokus penuh pada penguatan instrumen domestik. Menjaga stabilitas ekonomi nasional dinilai sudah lebih dari cukup untuk menangkal dampak buruk ketidakstabilan global. Apalagi lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s S&P dalam rilis resminya juga memproyeksikan arah perbaikan nilai tukar rupiah. "Kita cukup fokus di dalam negeri karena kita tidak bisa mengendalikan global. Selama ekonomi kita kuat harusnya tidak perlu takut" katanya. "S&P bahkan menyebut rupiah akan menguat ke 17 ribu sesuai target kita".

Purbaya juga melihat kondisi ini sebagai awal dari proses pemulihan ekonomi. Meski harga minyak dunia sempat berfluktuasi ia optimistis bahwa gejolak komoditas akan tetap terkendali. Aktivitas ekonomi global pun menunjukkan performa yang lebih baik dibanding bulan-bulan sebelumnya meskipun diterpa gangguan. "Saya yakinkan ini perbaikan baru dimulai. Harga minyak akan terkendali ke depan" ujarnya.

Kondisi ekonomi global yang membaik ini akan membawa prospek jauh lebih cerah bagi Indonesia terutama dalam peningkatan investasi. Purbaya meyakini investor global akan mulai melirik dan mengalihkan modal mereka ke negara-negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi tinggi seperti Indonesia. Arus modal ini akan kembali masuk setelah situasi pasar global mereda. "Prospek kita bagus investasi global akan meningkat. Investor memang keluar saat dinamika global tinggi tapi akan kembali saat stabil" pungkas Purbaya.

Dengan berbagai indikator ekonomi tersebut Purbaya meyakini rupiah akan segera menguat dalam waktu dekat. Syaratnya masyarakat tetap tenang dan tidak panik. "Seharusnya tidak lama lagi rupiah akan menguat" tutupnya.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *