faseberita.id – Sebuah kabar mengejutkan datang dari sektor perbankan nasional Bank Mandiri menyambut baik kucuran dana Saldo Anggaran Lebih SAL senilai fantastis Rp 400 triliun dari Kementerian Keuangan Injeksi likuiditas jumbo ini disebut-sebut sebagai langkah strategis pemerintah untuk mengukuhkan stabilitas keuangan dan memacu roda perekonomian
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan bahwa penempatan dana ini bukan sekadar transaksi biasa melainkan cerminan sinergi kuat antara pemerintah dan lembaga perbankan Menurutnya kebijakan ini telah terbukti ampuh dalam memperkuat daya tahan sektor keuangan sekaligus mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan

Novita Widya Anggraini Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri menambahkan bahwa kehadiran dana SAL memberikan efek positif yang terukur pada struktur pendanaan bank Efisiensi biaya dana yang dihasilkan secara langsung membuka ruang lebih lebar bagi penyaluran kredit Bank Mandiri sendiri tetap fokus pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga DPK yang solid Novita juga menekankan komitmen Bank Mandiri sebagai kolaborator kunci pemerintah dan motor penggerak ekonomi kerakyatan dengan memprioritaskan penyaluran kredit ke segmen UMKM yang memiliki peran vital dalam pertumbuhan nasional Proyeksi Bank Mandiri menunjukkan penyaluran kredit akan tumbuh beriringan dengan laju industri hingga akhir tahun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhir pekan lalu mengumumkan peningkatan penempatan dana SAL di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara Himbara hingga mencapai angka Rp 400 triliun Keputusan ini diambil setelah sebelumnya kementerian menarik dana SAL secara bertahap Purbaya merinci bahwa dana tersebut terdiri dari Rp 200 triliun untuk jangka panjang Rp 100 triliun untuk jangka 3-4 bulan dan Rp 100 triliun bersifat fleksibel Ia mengklaim langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi memastikan bank tidak kekurangan likuiditas dan menjaga agar perekonomian tetap bergerak







