faseberita.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap mengguncang pasar finansial Tiongkok dalam sebuah misi penting mulai 16 Juni 2026. Bendahara negara ini akan memimpin safari investasi intensif untuk mempromosikan Panda Bond instrumen utang berdenominasi yuan yang diharapkan menjadi penyelamat di tengah gejolak ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Kunjungan ke Negeri Tirai Bambu ini bukan sekadar formalitas. Menkeu Purbaya dijadwalkan bertemu dengan 15 investor kakap termasuk raksasa finansial seperti Agriculture Bank of China Zhong Ou Asset Management dan ICBC Wealth Management. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menegaskan bahwa promosi ini krusial mengingat ini adalah penerbitan perdana obligasi tersebut di pasar daratan Tiongkok. Pertemuan dengan otoritas setempat juga menjadi agenda utama.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata diversifikasi sumber pembiayaan negara. Pemerintah bertekad mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat terutama saat nilai tukar rupiah terus tertekan. Penerbitan Panda Bond diharapkan dapat memperkuat stabilitas keuangan nasional dan memberikan opsi pembiayaan yang lebih beragam di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Tak berhenti di Tiongkok Menkeu Purbaya juga telah merencanakan ekspansi ke pasar obligasi global lainnya. Setelah dari Asia ia akan melanjutkan perjalanan ke Inggris dan beberapa negara Eropa untuk menjaring lebih banyak investor. Ini bukan kali pertama Indonesia melirik pasar non-dolar sebelumnya pada 23 Oktober 2025 pemerintah sukses menerbitkan Dim Sum Bond obligasi dalam mata uang Renminbi yang diperdagangkan di luar daratan Tiongkok seperti Hong Kong. Dua seri Dim Sum Bond yaitu RICNH1030 bertenor 5 tahun dan RICNH1035 bertenor 10 tahun telah menjadi bukti keberanian Indonesia di kancah keuangan internasional.







