Indocement Gelontorkan Rp 750 M untuk Buyback Saham, Perkuat Kepercayaan Investor
JAKARTA, faseberita.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) mengambil langkah strategis dengan menggelar rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai fantastis Rp 750 miliar. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung antara 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027. Tujuannya jelas: mengerek persepsi pasar dan memperkuat kepercayaan investor di tengah kondisi saham yang dinilai "undervalued".

Sesuai regulasi yang berlaku, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melampaui 10 persen dari total modal disetor perseroan, yang saat ini tercatat sebesar Rp 1,757 triliun atau setara dengan 3,5 miliar saham.
Manajemen Indocement secara transparan menyampaikan bahwa keputusan ini didasari keyakinan bahwa harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan nilai fundamentalnya. "Pembelian kembali saham dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan dan memperbaiki persepsi pasar terhadap perseroan yang saat ini masih dalam posisi net-cash, di mana manajemen yakin dengan masa depan perseroan," demikian pernyataan manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 14 April 2026.
Diharapkan, aksi korporasi ini akan memberikan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor secara keseluruhan. Dengan demikian, harga saham Indocement dapat merefleksikan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.
Data perdagangan saham pada Rabu, 15 April 2026, pukul 11.59 WIB, menunjukkan saham INTP berada di level Rp 5.300 per lembar. Angka ini mencerminkan penurunan signifikan sebesar 28,38 persen secara year to date (YTD), sebuah indikasi yang memperkuat pandangan manajemen mengenai kondisi "undervalued" tersebut.
Keuangan perseroan dipastikan tetap kokoh. Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana internal untuk buyback tidak akan menggerus pendapatan maupun membebani biaya pembiayaan. Lebih lanjut, aksi ini juga diyakini tidak akan berdampak negatif terhadap performa laba perseroan.
Tak hanya buyback, Indocement juga mengumumkan langkah penting lainnya: pengurangan modal melalui penarikan kembali sebagian saham hasil pembelian pada tahun 2021 dan 2022. Sebanyak 84.529.400 lembar saham yang saat ini berstatus saham tresuri akan ditarik sebagai upaya pengurangan modal.
Strategi pengurangan modal ini, menurut manajemen, merupakan respons adaptif terhadap fluktuasi pasar yang signifikan. "Perseroan berencana melakukan pengurangan modal melalui penarikan saham hasil pembelian saham kembali yang saat ini tercatat sebagai saham tresuri, sebagai upaya menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dalam kondisi volatilitas tinggi dan meningkatkan kepercayaan investor," pungkas manajemen PT Indocement.







