Seoul, faseberita.id – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengambil langkah strategis yang signifikan dengan menjalin kemitraan global bersama tiga entitas raksasa energi dan industri: SK Group (melalui SK Innovation dan SK Earthon), ExxonMobil, serta Posco International. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini berlangsung di Forum Bisnis Indonesia-Korea, Seoul, Korea Selatan, pada Rabu, 1 April 2026, menandai babak baru dalam upaya memperkokoh portofolio bisnis hulu minyak dan gas (migas), memperluas cakupan teknologi, dan mendorong solusi dekarbonisasi, termasuk Carbon Capture and Storage (CCS).
Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina Hulu Energi, Whisnu Bahriansyah, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan pilar penting dalam strategi perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan mengakselerasi transformasi. "Langkah ini diharapkan mampu menguatkan kapabilitas teknis perusahaan, membuka pintu bagi pertumbuhan anorganik, serta mempercepat pengembangan teknologi rendah karbon melalui kolaborasi dengan mitra kelas dunia," jelas Whisnu dalam keterangan tertulis yang diterima faseberita.id pada Jumat, 3 April 2026.

Dalam kemitraan dengan SK Group dan ExxonMobil, Pertamina akan mengeksplorasi berbagai potensi di sektor hulu migas. Ini mencakup pengembangan aset, peningkatan efisiensi operasional, serta penjajakan teknologi energi inovatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi ketahanan energi nasional dan keberlanjutan bisnis perusahaan. Lebih jauh, kerja sama ini juga merambah pada penjajakan potensi pengembangan sistem CCS lintas negara antara Indonesia dan Korea Selatan. Inisiatif ini berambisi memanfaatkan kapasitas penyimpanan karbon yang melimpah di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dekarbonisasi sektor industri di Korea Selatan, sekaligus membentuk rantai nilai CCS regional yang terintegrasi.
Sementara itu, kolaborasi dengan Posco International akan memperluas ruang lingkup kerja sama yang telah ada. Kemitraan ini meliputi identifikasi peluang bisnis hulu, pengembangan aset migas baik di dalam negeri maupun internasional, serta transfer pengetahuan dan teknologi melalui knowledge sharing, studi bersama, dan kajian teknis-komersial proyek energi. Inisiatif ini juga merambah pada pengembangan CCS, termasuk potensi pembentukan pusat (hub) CCS di Indonesia sebagai bagian integral dari upaya mendukung pengurangan emisi karbon di sektor energi dan industri.
"Kemitraan global seperti ini adalah kunci fundamental untuk memperkuat posisi PHE di kancah industri energi internasional, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi semua pihak," tambah Whisnu Bahriansyah.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Pertamina dan Posco International juga menyepakati perpanjangan masa berlaku MoU hingga 31 Maret 2028, memberikan waktu yang cukup untuk melanjutkan pembahasan potensi kerja sama ke tahap yang lebih konkret. Penting untuk digarisbawahi bahwa seluruh MoU yang ditandatangani ini merupakan kerangka kerja sama awal yang akan menjadi dasar bagi studi dan diskusi lanjutan, dan belum merupakan komitmen investasi yang mengikat secara komersial.
Pertamina, melalui PHE, menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas dengan berpegang teguh pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery, memastikan pencegahan praktik penipuan dan menjaga perusahaan bersih dari segala bentuk penyuapan. "Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016," pungkas Whisnu.
Prosesi penandatanganan MoU antara Pertamina dengan SK Group dan ExxonMobil dilakukan oleh Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina Hulu Energi Whisnu Bahriansyah, President ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Ltd., Egon E Van Der Hoeven, President SK Innovation Co., Ltd., Jong Soo Lee, dan President & CEO SK earthon Co., Ltd., Seong Myeong. Sementara itu, penandatanganan MoU dengan POSCO International dilaksanakan oleh Whisnu Bahriansyah dan CEO Posco International, Kye-In Lee. Seluruh prosesi penting ini turut disaksikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menegaskan dukungan penuh dari jajaran direksi Pertamina.







