faseberita.id – Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Iding Pardi, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk memimpin PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai Direktur Utama periode 2026-2030. Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi beredarnya satu paket lengkap calon direksi yang akan bersaing dalam pemilihan mendatang.
Penetapan jajaran direksi baru BEI dijadwalkan akan berlangsung melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juni 2026. "Insya Allah, saat ini kami sedang dalam tahap persiapan," ujar Iding, sebagaimana dikutip oleh faseberita.id dari Antara pada Jumat, 27 Maret 2026.

Lebih jauh, Iding membenarkan informasi mengenai enam nama lain yang tergabung dalam satu paket calon Direksi BEI bersamanya. "Iya, betul sekali," tegas Iding saat dimintai konfirmasi mengenai susunan tim yang akan diajukan.
Sistem pemilihan direksi BEI memang mengadopsi mekanisme paket, di mana setiap Anggota Bursa (AB) berhak mengusulkan satu tim utuh yang mencakup posisi direktur utama dan sejumlah direktur fungsional.
Paket calon Direksi BEI yang telah dikonfirmasi oleh Iding Pardi tersebut meliputi:
- Iding Pardi (Direktur Utama KPEI) sebagai calon Direktur Utama.
- Zaki Mubarak (Direktur PT Elit Sukses Sekuritas).
- Yulianto Aji Sadono (Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI).
- Umi Kulsum (Direktur KPEI).
- Ahmad Subagja (Mantan Direktur Utama Bumiputera Sekuritas).
- Yohannes Liauw (Direktur Pefindo Biro Kredit).
- Andre Tjahjamuljo (Direktur PT UBS Sekuritas Indonesia).
Namun, Iding menegaskan bahwa paket calon direksi ini belum secara resmi diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai regulator yang memiliki wewenang penuh dalam proses seleksi. "Proses pengajuan resminya memang belum dimulai," jelas Iding.
Senada dengan Iding, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Hasan Fawzi, sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya belum menerima satu pun paket calon Direksi BEI hingga saat ini. Batas akhir pengajuan paket calon direksi sendiri telah ditetapkan pada 4 Mei 2026, sesuai regulasi yang berlaku.
"Belum ada satu pun paket calon direksi BEI yang masuk ke OJK. Namun, kami mempersilakan para pihak untuk memulai persiapannya, karena memang sudah waktunya untuk membentuk paket calon dan sebagainya. Kami akan mengikuti mekanisme pasar yang berlaku," terang Hasan, memberikan sinyal hijau bagi para kandidat yang berpotensi.







