faseberita.id, Yogyakarta – Tren perjalanan mudik Lebaran 2026 mencatat fenomena menarik. Kereta Api (KA) kelas premium, khususnya KA Panoramic, berhasil memikat hati para pemudik dan mencatat lonjakan okupansi yang sangat signifikan. PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) melaporkan peningkatan drastis ini, mengindikasikan pergeseran preferensi masyarakat yang kini mencari pengalaman perjalanan jarak jauh yang lebih dari sekadar moda transportasi.
Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati, saat ditemui di Yogyakarta pada Senin (23/3/2026), mengungkapkan data kinerja yang impresif. Total volume layanan KAI Wisata selama periode 13 hingga 22 Maret 2026, yang mencakup H-1 hingga H+10 Lebaran, menembus angka 48.152 penumpang. Angka ini bukan hanya menunjukkan pertumbuhan luar biasa sebesar 154 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi juga berhasil melampaui target program tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 122 persen.

"Ini jelas menunjukkan bahwa KA Panoramic mulai menjadi pilihan favorit bagi pemudik yang mendambakan pandangan luas dan kenyamanan ekstra selama perjalanan Lebaran mereka," ujar Hetty. Ia menambahkan bahwa masyarakat kini tidak lagi sekadar memandang kereta api sebagai alat untuk berpindah tempat, melainkan sebagai bagian integral dari pengalaman wisata yang menyenangkan secara menyeluruh (end-to-end).
Tingginya antusiasme ini menjadi pendorong bagi KAI Wisata untuk segera merealisasikan rencana pembukaan perjalanan reguler KA Panoramic baru. Rute yang akan dilayani mencakup Jakarta–Yogyakarta hingga Solo, dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan akan perjalanan yang lebih eksklusif dan berkesan.
Untuk memenuhi permintaan yang melonjak selama masa angkutan Lebaran, KAI Wisata secara masif mengoperasikan berbagai perjalanan kereta wisata dengan pola Free Independent Traveler (FIT) menuju Yogyakarta. Khusus untuk kelas Panoramic, tersedia 42 perjalanan pulang-pergi pada KA Manahan Panoramic rute Gambir–Yogyakarta, ditambah 21 perjalanan KA tambahan dengan rute serupa. Selain itu, masing-masing 21 perjalanan juga disiapkan untuk KA Argo Wilis Panoramic rute Bandung–Surabaya Gubeng dan KA Turangga Panoramic yang melintasi Yogyakarta.
Tak hanya itu, berbagai layanan premium lainnya juga disiagakan. Ini termasuk 21 perjalanan KA Fajar Utama YK Priority, 22 perjalanan KA Senja Utama YK Priority, serta masing-masing 21 perjalanan untuk KA Gajayana Tambahan Priority, KA Malabar Priority, dan KA Tambahan Imperial rute Gambir–Yogyakarta PP.
Dalam upaya meningkatkan nilai pengalaman bagi pengguna, KAI Wisata juga menjalin kerja sama strategis dengan Joglosemar untuk memperluas konektivitas dari first mile hingga last mile. Fasilitas pendukung seperti Luxury Lounge kini tersedia untuk umum dengan tarif mulai Rp75.000 untuk durasi maksimal tiga jam. Penumpang kereta premium bahkan bisa mendapatkan akses gratis selama satu jam sebelum keberangkatan, lengkap dengan fasilitas charging station hingga hidangan.
Untuk kenyamanan penumpang dengan jadwal keberangkatan dini hari atau kedatangan larut malam, tersedia pula layanan hotel transit dengan harga mulai Rp215.000 di area stasiun. Hetty juga menyebutkan pihaknya menyiagakan layanan Shower & Locker dengan tarif mulai dari Rp15.000 untuk fasilitas toilet premium hingga Rp65.000 untuk layanan mandi dan penyegaran diri. Loker penyimpanan juga tersedia mulai Rp20.000 untuk keamanan barang bawaan.
"Kami juga telah meluncurkan layanan e-porter yang dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI dengan tarif flat Rp38.000, serta sedang mempersiapkan layanan Grab Koper untuk penjemputan dan pengantaran bagasi yang dijadwalkan meluncur setelah periode Lebaran," jelas Hetty.
Sebagai pelengkap ekosistem pariwisata, KAI Wisata turut menawarkan paket Shuttle Heritage Trip menuju Ambarawa dengan harga mulai Rp255.000. Paket ini, menurut Hetty, dirancang untuk menggabungkan sejarah dan transportasi, di mana peserta dijamin mendapatkan tiket naik Kereta Wisata Ambarawa yang ikonik.







