News  

Jhonny Doran: Dari Kamar Kos Sempit ke Puncak Fortune 40U40

admin
Jhonny Doran: Dari Kamar Kos Sempit ke Puncak Fortune 40U40

faseberita.id – Terpilihnya Jhonny Thio Doran, CEO JETE dan Doran Group, dalam daftar bergengsi 40 Under 40 Fortune Indonesia bukanlah sebuah kebetulan atau pencapaian instan. Bagi pria berusia 39 tahun ini, pengakuan tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang, penuh konsistensi, keberanian mengambil risiko, dan keyakinan teguh terhadap potensi merek lokal. Jhonny berhasil membangun JETE dari nol hingga menjadi pemain kunci di industri aksesori gadget, solusi rumah pintar, dan teknologi wearable.

Kisah inspiratif ini membuktikan bahwa dengan fondasi yang kuat, merek lokal mampu bersaing di kancah nasional, bahkan internasional.

Jhonny Doran: Dari Kamar Kos Sempit ke Puncak Fortune 40U40
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Awal Mula dari Kamar Kos yang Sempit

Perjalanan Jhonny sebagai seorang pengusaha dimulai pada tahun 2008. Kala itu, ia merintis usaha dengan berjualan jam tangan dan aksesori ponsel, seperti casing, secara tradisional. Metode penjualannya masih konvensional, yakni dengan menawarkan produk dari satu toko ke toko lainnya. Kamar kosnya yang berukuran kecil tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga gudang penyimpanan barang dagangan.

Di ruang sempit itulah, Jhonny belajar banyak tentang arti disiplin, ketahanan, dan pentingnya memahami pasar secara langsung. Keterbatasan justru memicu kreativitas dan kegigihan, membentuk mental seorang pengusaha yang tidak mudah menyerah.

Melangkah ke Ranah Digital

Menyadari keterbatasan penjualan luring, Jhonny mulai menjajaki kanal daring. Pada masa itu, platform digital seperti Kaskus menjadi gerbang awal baginya untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Langkah ini terbukti efektif, mempercepat pertumbuhan bisnisnya. Keuntungan yang diperoleh tidak lantas dinikmati, melainkan diputar kembali sebagai modal, membangun pola usaha yang berkelanjutan.

Memasuki tahun 2009, Jhonny semakin memfokuskan diri pada penjualan aksesori gadget, seperti power bank, bersama seorang rekannya. Ia juga menjalin kerja sama dengan berbagai merek yang sudah mapan, memperluas jaringan distribusi dan pemahaman pasar. Dari sinilah, sebuah pemikiran revolusioner muncul: mengapa tidak menciptakan merek sendiri dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat luas?

Lahirnya JETE: Inovasi yang Terjangkau

Tahun 2014 menjadi tonggak sejarah dengan lahirnya JETE. Visi Jhonny kala itu cukup sederhana namun visioner: menghadirkan produk teknologi yang fungsional, berkualitas tinggi, namun tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Ia meyakini bahwa membangun merek teknologi bukan hanya soal produk, melainkan juga tentang menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan, terukur, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta ekonomi lokal.

Pendekatan ini kemudian dikenal sebagai konsep "affordable innovation", yang mengedepankan kualitas berstandar global namun tetap relevan dengan daya beli pasar domestik.

Tumbuh di Tengah Badai Krisis

Lima tahun pertama JETE penuh dengan tantangan. Pada tahun 2019, ketika banyak pelaku usaha mengerem laju ekspansi akibat pandemi COVID-19 dan ketidakpastian ekonomi, JETE justru berani mengambil langkah berani. Mereka membuka toko fisik resmi pertamanya di WTC Surabaya pada 31 Agustus 2019. Pembukaan gerai ini menjadi simbol optimisme dan keberanian dalam melihat peluang di tengah krisis.

Di tahun yang sama, Jhonny juga mendirikan Doran Gadget, yang berfokus pada produk IoT dan ekosistem gadget. Melalui Doran Group, ia membangun jaringan ritel dan unit bisnis lainnya, termasuk penyediaan souvenir untuk bisnis hingga pengadaan produk dengan kualitas unggul, pelayanan prima, dan edukasi konsumen.

Ekspansi Global Menjadi Target Berikutnya

Hingga akhir tahun 2025, JETE telah mengoperasikan lebih dari 150 gerai ritel di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, dan Bali. Target ambisius untuk tahun 2026 adalah menembus angka 200 gerai, dengan fokus pada kota-kota tier-2 dari barat hingga timur Indonesia, serta pengembangan kanal di bandara, stasiun, dan rumah sakit.

"Selain penjualan secara daring di marketplace maupun kepada mitra, bagi kami ritel fisik tetap menjadi nilai strategis dari sebuah merek," ujar Jhonny. "Konsumen perlu mencoba dan mengalami produk secara langsung. Toko juga berfungsi sebagai pusat pengalaman merek dan titik layanan purnajual."

Tak berhenti di pasar domestik, Jhonny juga menargetkan JETE berekspansi ke ranah global pada tahun ini, salah satunya ke Tiongkok melalui entitas di Shenzhen, mengingat pesatnya perkembangan sektor teknologi di negara tersebut.

Merek yang Mendukung Gaya Hidup Sehat

Seiring perubahan perilaku masyarakat, Jhonny melihat teknologi tak lagi berdiri sendiri. Ia memadukan inovasi produk dengan tren gaya hidup sehat. JETE menghadirkan perangkat wearable seperti smartwatch dan earphone olahraga, hingga perlengkapan lari, serta aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga.

"Saat ini JETE tumbuh di tengah masyarakat yang mulai sadar akan pola hidup sehat. Karena itu, kami mendukung tren positif ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen," jelasnya.

Salah satu wujud nyata komitmen ini adalah digelarnya JETE RUN, sebuah acara lari tahunan berskala nasional di Surabaya. Selain itu, JETE juga menjalin kerja sama erat dengan berbagai komunitas olahraga, atlet, dan influencer dalam mengampanyekan gaya hidup sehat.

Prinsip Hidup dan Kontribusi untuk Negeri

Di luar dunia bisnis, Jhonny Thio Doran aktif dalam berbagai organisasi pengusaha dan entrepreneur. Ia pernah menjabat sebagai Presiden JCI East Java, Sekretaris Jenderal CEO Jatim, dan kini dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN).

Prinsip hidupnya terangkum dalam motto sederhana namun sarat makna, "For Better Day", sebuah keyakinan bahwa setiap peran yang diemban harus mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

Kini, perjalanan panjang itu membuahkan hasil yang nyata. Dari sebuah kamar kos kecil, Jhonny kini memimpin lebih dari 1.000 karyawan dan menciptakan lapangan kerja baru dengan tujuh kantor cabang di seluruh Indonesia. Konsistensi, inovasi, dan kemampuan membaca peluang inilah yang mengantarkannya masuk dalam daftar 40 Under 40 Fortune Indonesia.

"Ini bukan tentang saya pribadi. Ini tentang tim, tentang ribuan orang yang bekerja bersama membangun mimpi besar," pungkas Jhonny. "Bagi saya dan JETE khususnya, yang terpenting adalah menciptakan nilai jangka panjang. Bukan hanya membangun merek, tetapi membangun kepercayaan dan memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia melalui apa yang bisa kami lakukan."

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *