Wisata

Wisata Religi Makam Papan Tinggi Dikunjungi Ribuan Wisatawan

TAPTENG, FaseBerita.ID – Ada sebuah desa di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang 99 persen warganya berpenduduk non Muslim, namun memiliki wisata religi islami yang cukup diminati para wisatawan.

Wisata islami bersejarah ini diyakini merupakan peninggalan tokoh-tokoh Islam yang dulunya bermukim di pinggiran pantai.

Tak hanya dikunjungi wisatawan dari dalam daerah, wisatawan luar daerah pun sangat banyak mendatangi tempat bersejarah ini. Tempat wisata ini adalah Papan Tinggi, terletak di Desa Pananggahan, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah. Di puncak bukit terdapat makam-makam para aulia penyebar agama Islam yang panjangnya mencapai 10 meter.

Disebut Papan Tinggi, karena pengunjung yang akan menuju lokasi makam harus melewati anak tangga sebanyak 780 buah. Tangga di makam ini dilengkapi dengan tempat berpegangan. Setiap pemberhentian terdapat tempat kosong yang memiliki pohon dan tempat duduk sebagai tempat istirahat. Setiap pengunjung harus mengeluarkan tenaga ekstra sebelum sampai di tempat tujuan.

Makam Papan Tinggi dikelilingi pagar besi. Satu pintu yang tetap terbuka menyambut para peziarah masuk ke lokasi ini. Makam Syeh Mahmud yang disebut-sebut sebagai aulia terkemuka di tanah Fansyuri, terdapat di ujung sebelah kiri dari pintu masuk dengan nisan setinggi anak berumur 10 tahun.

Larangan memakai alas kaki tertulis di pintu masuk. Disamping nisan terdapat sebuah sumur petak, bekas guci yang dianggap keramat, di mana guci ini hanya berisi setengah namun bisa digunakan ribuan orang. Tidak pernah kering di musim kemarau dan tidak pernah meluap ketika musim hujan.

Dalam momen liburan Lebaran tahun 2019 ini, pada hari ke dua dan ketiga (2 dan 3 syawal 1440 H ) tak kurang dari lima ribu wisatawan mengunjungi tempat ini. Ada kesan tersendiri yang dirasakan para pengunjung bisa sampai ke puncak perbukitan ini sembari melakukan ritual doa di makam.

Salah satu pengunjung Irwah (68) yang telah usai melakukan ritual doanya menegaskan, Papan Tinggi memiliki kesan yang luar biasa baginya. Dia bersama kelurga sengaja datang dari Aceh hanya untuk ziarah ke makam tersebut.

“Kalau kita niat, pasti kita sanggup mendaki hingga ke lokasi makam. Di lokasi ini banyak anugerah yang bisa kita dapatkan. Yah, niatnya ziarah dan berdoa,” kata Irwah, jum’at (7/6/2019) lalu.

Disamping itu, sambung Irwah, pengunjung bisa berdoa dan memohon pada Yang Maha Kuasa agar diberikan kesehatan dan rezeki, serta keinginan yang mungkin selama ini belum terkabul. “Pokoknya banyaklah yang bisa kita sampaikan lewat doa-doa di sana,” timpalnya.

Terpisah, Usman Pasaribu, salah seorang pengelola makam Papan Tinggi menyebutkan, jika pengunjung wisata religi Papan Tinggi selama libur Lebaran mencapai lima ribuan orang. Hal ini terlihat dari jumlah tiket masuk yang telah dibeli para pengunjung. “Sekitar 5 ribuan orang. Harga satu karcis Rp10 ribu,” ujarnya. (ztm)