Wisata

Transformasi Sektor Pariwisata ala Jokowi

FaseBerita.ID – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut, amblasnya sektor pariwisata dan industri penerbangan akibat wabah Covid-19 semestinya menjadi momentum yang tepat untuk melakukan konsolidasi dan transformasi. Jokowi melihat, saat ini terlalu banyak bandara penghubung maskapai penerbangan (airlines hub) internasional.

Saat ini terdapat 30 bandara internasional. Akan tetapi, dari jumlah tersebut, lalu lintas hanya terkonsentrasi di empat bandara, yaitu Soekarno-Hatta di Tangerang, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Sidoarjo, dan Kualanamu di Medan.

“Ini agar kita lihat lagi. Apakah diperlukan sebanyak ini? Negara-negara lain saya kira enggak melakukan ini. Coba dilihat,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (6/8).

Jokowi juga meminta pihak terkait untuk mengevaluasi kembali bandara yang berpotensi menjadi bandara internasional. Bandara ini harus ditentukan dengan mempertimbangkan geografis dan karakteristik wilayahnya.

“Saya mencatat ada 8 bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan superhub. Kembali lagi, Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, Kualanamu, Jogjakarta, Balikpapan, Hasanuddin, Samratulangi dan Juanda,” ucapnya.

Dengan penataan hub-hub ini, Jokowi berharap terjadi sebuah lompatan di sektor pariwisata, termasuk penerbangan. “Ini betul-betul harus didesain dengan manajemen yang lebih terintegrasi, lebih terkonsolidasi dari hulu sampai ke hilir. Ini yang tidak pernah dilakukan,” tukasnya.

Suku Bunga Kredit Bank Enggak Turun-turun

Bank Indonesia (BI) telah beberapa kali memangkas suku bunga acuannya, hingga di bawah level 4 persen. Kendati demikian, penurunan BI7DRR tersebut tak kunjung terlihat dari bunga kredit perbankan yang lebih rendah. Saat ini, suku bunga kredit masih berada di kisaran double digit, meskipun suku bunga acuan BI telah berada di level terendah sejak 2016. Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengakui, memang perbankan masih sulit menurunkan suku bunga kredit hingga menjadi single digit.

“(Padahal seharunya) Kalau kita lihat dengan suku bunga acuan yang turun lagi ini memberikan keyakinan bahwa cost of fund akan lebih murah,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8).

Wimboh pun berharap, stimulus yang diberikan pemerintah dapat mendorong perbankan menurunkan suku bunga kreditnya. Adapun stimulus tersebut di antaranya, penjaminan UMKM, subsidi suku bunga, hingga penjaminan korporasi. “Dengan ini akan memberikan ruang untuk penurunan cost of fund oleh perbankan dan bisa ditransmisikan ke bunga kredit,” tuturnya.

Wimboh menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan suku bunga perbankan. Lambannya penurunan bunga bank ini terjadi karena perubahan bunga deposito di bank membutuhkan waktu. “Tapi kita melihat trennya menurun,” tukasnya. (JP)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button