Wisata

Terapkan Protokol Kesehatan, Taman Wisata Sibolangit Dibuka Kembali

MEDAN-Taman Wisata Alam (TWA) dan Suaka Margasatwa (SM) Sibolangit telah dibuka untuk para wisatawan. Pun begitu, para pengunjung tetap harus mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA)1 Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi mengatakan, dibukanya TWA tersebut sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor : SK.164/KSDAE/PJLHK/KSA.3/8/2020 tertanggal 6 Agustus 2020 tentang Reaktivasi Tahap II Kawasan Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA) dan Suaka Margasatwa (SM).

“Berdasarkan keputusan Dirjen KSDAE itu mulai, 14 Oktober 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan secara resmi kawasan TWA Sibolangit dibuka kembali untuk kegiatan kunjungan wisata alam bagi masyarakat,”ungkap Hotmauli, Jumat (16/10).

Ia menyebutkan, aktivitas wisata yang bisa dilakukan di TWA Sibolangit adalah menikmati alam, edukasi pendidikan konservasi lingkungan, pendidikan konservasi satwa liar, pengamatan burung rangkong, dan forest healing.

“Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, pemesanan tiket masuk TWA Sibolangit dilakukan dengan cara booking online dengan link http://bit.ly/bookingTWASibolangit atau menghubungi 082162163074 yang merupakan Kepala Resort TWA Sibolangit, Samuel Siahaan, SP),” kata Hotmauli.

Di samping itu, sambung dia, pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku selama berada di dalam tempat wisata. “Wajib menggunakan masker, cuci tangan pada tempat yang sudah disediakan, gunakan hand sanitizer, melakukan cek suhu tubuh, pembatasan jarak kurang lebih 1,5 meter dan tetap menjaga kebersihan,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Deliserdang, Khoirum Rijal berharap pembukaan TWA Sibolangit ini akan menghidupkan kembali aktivitas wisata. “TWA Sibolangit berpotensi untuk kegiatan hashing (menjelajah/olahraga dalam hutan), sehingga dalam beberapa waktu ke depan akan banyak wisatawan yang berkunjung,” kata dia.

Berdasarkan data zona resiko Covid-19 yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanggulangan Covid-19 tanggal 22 Juni 2020, terdapat 21 TN, 75 TWA dan 56 SM yang berada pada wilayah zona risiko tidak ada kasus/tidak terdampak (zona hijau) dan zona risiko rendah (zona kuning), termasuk di dalamnya adalah TWA Sibolangit yang bisa direaktivasi. Kegiatan pariwisata alam adalah kategori risiko rendah, sehingga memungkinkan direaktivasi pada masa new normal terutama pada wilayah-wilayah yang berdasarkan zona berada pada zona tidak terdampak (hijau) dan zona risiko rendah (kuning).

“Terpenting, reaktivasi kegiatan wisata alam TWA Sibolangit mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui multiplier effect,” tandasnya. (ris/han/smg)





Back to top button