Wisata

Taman Wisata Iman Sitinjo Dairi Menawan untuk Dikunjungi

FaseBerita.ID – Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, memiliki banyak objek wisata yang menawan untuk dikunjungi, termasuk wisata iman di Taman Wisata Iman yang terletak di Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo.

Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu di Sidikalang, Rabu (24/2) mengatakan, Taman Wisata Iman yang berada di perbukitan Sitinjo memiliki luas kurang lebih 10 hektare dan sudah menjadi salah satu ikon pariwisata daerah itu.

Taman Wisata Iman atau disingkat TWI yang pembangunannya diprakarsai Bupati Dairi saat itu Master Parulian Tumanggor adalah sebuah tempat wisata religi yang di dalam kawasannya terdapat berbagai rumah ibadah.

Pembangunan Taman Wisata Iman tersebut peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawwar pada 2005, yang menandai dimulainya pembangunan tempat wisata religi satu-satunya di Sumatera Utara itu.

Di Taman Wisata Iman ini pengunjung dapat melihat berbagai ornamen keagamaan seperti Vihara Saddhavadana dengan patung Buddha Rupang, Patung Abraham, patung Nabi Musa, Gereja Oikumene, Gua Bunda Maria, dan Perahu Nabi Nuh.

Juga ada kisah perjalanan Kehidupan Yesus Kristus yang terdiri dari Kandang Domba di Betlehem, Yesus memberi makan 5000 orang, Yesus berdoa di Taman Getsmani, 14 tahap perjalanan salib (Via Dolorosa), Bukit Golgata dan Kebangkitan Yesus Kuil Hindu serta Lapangan Manasik Haji dan Masjid.

Yang menariknya lagi dari tempat wisata ini adalah kondisi alamnya yang berbukit-bukit. Untuk menikmati semua keindahan yang ada di tempat ini kita harus menjelajahinya dengan berjalan kaki. Menaiki dan juga menuruni anak tangga yang sudah disediakan.

“Dairi terdiri dari banyak suku bangsa dan agama. Keberagaman tersebut sampai saat ini tetap terpelihara dengan baik dan masyarakatnya hidup rukun dan damai,” katanya.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Dairi, Besli Pame mengatakan TWI memang menjadi salah satu alternatif bagi pelancong yang berwisata ke Kabupaten Dairi.

Sebelum pandemi melanda Indonesia, jumlah masyarakat yang berkunjung ke TWI per bulannya bisa mencapai 10 ribu orang lebih, baik yang datang dengan keluarganya maupun secara rombongan.

“Taman ini sempat ditutup selama pandemi dan kembali dibuka Desember 2020, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada setiap pengunjung,” katanya. (antara/fabe)

USI