Wisata

Stop Sementara Perjalanan Wisata Pulau, HPI: Perlu Penerapan Standar Keselamatan

FaseBerita.ID – Aktifitas perjalanan wisata ke pulau-pulau di wilayah Tapanuli Tengah, diminta dihentikan untuk sementara waktu. Hal itu akibat cuaca buruk yang terjadi belakangan.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Tapanuli Tengah, Afrizal Prima Akhir Pohan menegaskan hal itu. Ia mengimbau agar aktifitas perjalanan wisata ke pulau-pulau di wilayah Tapanuli Tengah, dihentikan sementara. “Kami mengimbau agar sementara tidak membawa wisatawan ke pulau-pulau yang menjadi kunjungan wisata, misalnya Kalimantung, Mursala, Talam dan pulau-pulau lain,” kata Prima kepada wartawan di Pandan, Senin (23/6).

Imbauan itu, kata Prima, menyusul beberapa faktor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Di antaranya kondisi cuaca buruk dan angin kencang serta hujan deras yang kerap terjadi secara tiba-tiba.

“Terkadang cuaca pagi memang cerah, seperti Minggu lalu, pagi hari cuaca sangat cerah, tapi tiba-tiba langit gelap dan hujan serta angin kencang, dan ini membahayakan jika sedang berada di laut,” kata Prima.

Selain faktor cuaca, Prima yang akrab disapa Pimpim ini mengaku, imbauan menghentikan aktifitas wisata ke pulau menyusul wacana pihaknya untuk merembukkan standar pelayanan wisata perairan laut.

“Sebenarnya kita butuh standar-standar tertentu dalam pelayanan wisatawan, terutama aspek keselamatan. Misalnya standar kapal, standar alat life jacket, data wisatawan dalam bentuk manifest, dan penegasan penggunaan kapal wisata, dan asuransi,” kata Pimpim.

Dia menilai, penerapan standar keselamatan saat ini sudah dibutuhkan mengingat intensitas kunjungan wisatawan yang meningkat ke wilayah Tapanuli Tengah. “Tentu kita tidak menginginkan kejadian atau musibah apapun selama aktifitas wisata berlangsung di Tapteng, tapi jangan setelah ada kejadian musibah baru kita berbenah, dan yang kami pikirkan ini tentu mindset prefentif, agar sektor pariwisata di Tapteng semakin baik,” kata dia.

Selain itu, sambung dia, kondisi pandemi Covid-19 juga menjadi aspek yang harus diperhatikan. Misalnya agar dilakukan standar protokol kesehatan di setiap pelayanan pariwisata. “Misalnya di kapal wajib menyediakan sabun pencuci tangan, kapal secara berkala disemprot disinfektan dan mewajibkan seluruh awak kapal termasuk wisatawan mengenakan masker selama aktifitas wisata berlangsung, ya itu misalnya, ya kalau disepakati standar lain, ayo mari kita rembukkan,” sebut Pimpim.

Pimpim meyakini wacana tersebut akan mendapat respon positif dari pekerja-pekerja pariwisata di Tapteng, termasuk para pengelola kapal pariwisata dan para pemandu wisata yang selama ini telah berkontribusi besar menggeliatkan kepariwisataan di kabupaten berjuluk Negeri Wisata Sejuta Pesona itu.

“HPI bukan ingin memberatkan, karena wacana ini muaranya demi kebaikan bersama. Apalagi kita harus bersiap dengan pelayanan prima agar semakin banyak wistawan yang datang. Nah misalnya, bisa juga digagas soal standar harga kunjungan, penentuan trayek wisata, agar terjadi persaingan yang sehat dan semua mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang,” tutur Pimpim.

Terkait wacana rembuk tersebut, Pimpim mengaku hal tersebut masih akan dikoordinasikan dengan pemerintah setempat, khususnya Dinas Pariwisata. Dia mengaku, sedang menyusun jadwal audiensi dengan Kadis Pariwisata untuk membahas hal tersebut.

“Kita berharap wacana positif ini mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata. Saya pikir kalau semua saling mendukung dan memunculkan gagasan-gagasan kreatif bisnis pariwisata di Tapteng akan bertumbuh pesat, dan semua mendapatkan manfaat yang baik,” tutup Pimpim. (dh)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button