Wisata

SMI 2020 Usung Konsep Mistis: Ada Seribu Penari Tortor Diiringi Gondang dan Sarune

FaseBerita.ID – Samosir Music Interantional (SMI) yang menampilkan seniman-seniman lokal segera hadir. Kegiatan yang menonjolkan kebudayaan Batak ini telah memasuki acara kelima.

Manager Project SMI Henry Manik menjelaskan, persiapan SMI tahun 2020 masih bertempat di Open Stage Tuk-tuk Siadong Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir. Pemusik dari Austria dan Italia juga turut mengisi acara yang berlangsung pada 7 hingga 8 Agustus 2020 mendatang.

Henry Manik mengungkapkan, untuk SMI 2020 akan menunjukkan penampilan berbeda. SMI 2020 akan menampilkan seribu warga Samosir mengenakan pakaian adat Batak Toba lengkap dengan ulos. Seribu warga dari seluruh usia ini akan manortor (tarian batak) dengan iringan musik tradisional gondang (gendang) dan sarune (alat musik tiup).

Konsep seribu warga mengenakan pakaian adat ini sebagai bentuk dari tujuan utama SMI yakni menunjukkan eksistensi budaya Batak. Ia menilai dengan penampilan itu dalam acara dapat tersampaikan kesan mistis.

“Seribu orang ini akan menggunakan pakaian seperti jaman dulu. Kita ingin ada kesan mistis di situ. Apalagi ditambah dengan tor-tor gondang bolon. Mencoba suatu hal yang baru,” ujarnya saat diwawancarai di Jalan Tarutung Kota Pematangsiantar, Selasa (18/2).

Henry Manik mengajak masyarakat untuk bangga terhadap kebudayaan yang beragam. Ia memastikan dalam seribu tor-tor ini melibatkan seluruh warga yang ada di pedesaan Samosir.

Pemuda asal Samosir yang banyak mempromosikan musik Batak di Eropa ini menginginkan acara ini dinikmati semua masyarakat.

“Kita akan ajak semua warga yang ada di Samosir. Tidak hanya yang dipinggiran Danau Toba saja. Kita akan ajak semua yang ada di desa-desa yang dipelosok Samosir. Kita bantu nanti untuk biaya transport,” ujarnya.

Henry Manik mengungkapkan SMI 2020 akan menampilkan orkestra asal Austria yang dipimpin Herman Delago. Orkestra yang terdiri dari 45 orang ini akan melantunkan lagu berbahasa Batak.

“Kita sudah pastikan dalam SMI ini setiap pengisi acara menampilkan minimal empat lagu dengan bahasa Batak,” ujarnya sembari menunjukkan video penyanyi luar negeri yang tengah berlatih lagu Batak.

Penampilan SMI 2020 tetap akan diisi oleh penyanyi lokal seperti Alsant Nababan, Viky Sianipar, dan Tongam Sirait.

Henry Manik mengaku masih berjuang dalam pendanaan untuk kegiatan yang dikabarkan sudah masuk dalam even nasional. Ia telah berkoordinasi dengan Pemkab Samosir, Pemprov Sumatera Utara, dan Badan Otorita Danau Toba (BODT). Namun, bantuan yang diberikan belum dapat maksimal. Henry mengatakan tengah berupaya meminta bantuan ke pihak-pihak swasta.

“Kita eksekusi dengan keberanian saja. Dari sisi promosi senang bisa dibantu teman-teman media. Kita masih berupaya keras untuk mendapatkan bantuan dari swasta. Bahkan, saya bolak balik luar negeri dan Jakarta untuk bisa mendapatkan bantuan kegiatan kebudayaan ini,” ujarnya.

Henry menilai untuk SMI 2020 akan menghabiskan anggaran sebanyak Rp3,8 miliar. Ia menargetkan pengunjung SMI 2020 bisa mencapai 23 ribu. Ia berhadap Pemkab Samosir dapat menbantu dari sisi infrastruktur untuk akses menuju lokasi kegiatan.

“Mohon dukungan MSI kita ini. Agar meluas dan target pengunjung lebih banyak. Pengunjung kita setiap tahun naik terus,” pungkasnya. (Mag 04)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close