Wisata

Pelabuhan Lama Jadi Pariwisata Andalan Nias

FaseBerita.ID – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina, mengagumi keindahan kawasan pantai dan pemandangan di Kota Gunungsitoli. Hal itu diungkapkannya usai mengunjungi beberapa tempat, seperti Pantai Pelabuhan Lama, serta lokasi pasar ikan di kawasan tersebut, Rabu (9/9) sore.

Menurut Sabrina, kawasan pantai yang jadi objek wisata andalan di Kepulauan Nias ini, merupakan aset yang harus dijaga dan dikelola dengan baik. Terutama Kota Gunungsitoli yang lokasinya dekat dengan Bandara Binaka, sehingga mudah diakses.

Adapun beberapa lokasi yang dikunjungi Sabrina, yakni Pantai Miga, Pantai Pelabuhan Lama, pasar ikan, taman kota, serta UKM di Kota Gunungsitoli. Selain mengunjungi, dia juga menyosialisasikan sekaligus memberikan masker kepada warga setempat, sebagai upaya mengajak masyarakat menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

Berada di Pantai Miga, Sabrina mengapresiasi langkah warga menjadikan kawasan tersebut sedemikian rupa, sehingga keindahan alam ditata dengan konsep taman wisata, sekaligus lokasi swafoto hingga sebagai lokasi foto jelang pernikahan, alias prewedding. Termasuk kondisi ombak yang cukup besar untuk bisa berselancar.

Berlanjut ke Pantai Pelabuhan Lama, menurut Sabrina tak kalah indah dengan Pantai Losari di Sulawesi.

Meskipun tidak lagi digunakan sebagai tempat bersandarnya kapal berukuran besar. Namun dengan pe nataan yang ada, menjadikannya tempat tujuan rekreasi yang diminati.

“Walaupun ini pelabuhan lama (tidak dipakai), tapi dibuat rapi dan bisa tempat memandang juga, bisa memandang ke laut. Kita juga bisa melihat pemandangan kota yang terlihat rapi dari sini. Jadi selain dibuat untuk tujuan memecah ombak (bronjong), lokasinya jadi tempat wisata,” ungkap Sabrina, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua.

Untuk memperindahnya, Sabrina berharap ada langkah lanjut, seperti memberikan polesan warna warni seperti yang dibuat di beberapa daerah Indonesia. Dengan begitu, keindahan pantai semakin memikat pengunjung, karena istilah Instagramable saat ini, seperti sebuah prasyarat agar objek wisata semakin diminati wisatawan, baik lokal hingga mancanegara.

“Ini (bronjong) kalau dicat warna-warni pasti semakin cantik. Apalagi sekarang ini, orang kan senang berfoto dengan latar belakang yang bagus untuk medsos. Jadi semakin terkenal kawasan ini,” jelas Sabrina, yang juga mengapresiasi langkah pemerintah setempat menata taman rekreasi di tepi pantai tersebut.

Tidak hanya pantai, Sabrina juga mengunjungi Pasar Ikan Luaha, yang berada di sisi lain bibir pantai, yang terlihat memanjang itu. Komoditas ikan berukuran besar pun menarik perhatiannya untuk membeli, bahkan hasil laut yang beratnya mencapai 6 kilogram per ekor itu, didapatkan dengan cara dipancing, kemudian langsung dibawa ke pasar untuk dijual.

“Jadi selain ukuran besar, harganya cukup murah, masih segar karena ini diambil langsung dari nelayan. Susah didapat seperti ini di tempat lain. Lengkaplah, wisata pantainya ada, mau beli ikan pun tak jauh-jauh,” katanya, usai belanja ikan di lokasi itu.

Meskipun kondisi pandemi covid-19 memberikan dampak besar terhadap tingkat kunjungan wisata, namun kini perlahan Kepulauan Nias, khususnya Kota Gunungsitoli, mulai didatangi pengunjung dari luar daerah. Di masa normal baru, penegakan disiplin protokol kesehatan menjadi keharusan bagi pemerintah, terutama di pintu masuk (bandara) untuk memeriksa kesehatan calon wisatawan atau warga yang pulang kampung.

Sabrina pun berharap, dengan sosialisasi dan penegakan disiplin menjalankan protokol kesehatan, pariwisata di Kepulauan Nias kem bali bergairah, seperti masa sebelumnya. Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk datang ke Kepulauan Nias menikmati berbagai keindahan alam dan objek wisata lainnya di 4 kabupaten dan satu kota itu. (smg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button