Wisata

Pantai Kuta Mela Tapteng Minim Lapangan Parkir

FaseBerita.ID – Pantai Kuta merupakan salah satu objek wisata lokal yang berada di Desa Mela, Kecamatan Tapaian Nauli, Tapanuli Tengah. Namun sayangnya, lokasi tersebut minim lapangan parkir.

Seperti yang diketahui, banyak wisatawan loka menjadikan pantai itu sebagai lokasi alternatif untuk liburan, karena memang jaraknya yang mudah dijangkau dari pusat Kota Sibolga. Yakni kurang lebih sekitar dua kilometer sampai dengan tiga kilometer dari Kota Sibolga.

Apalagi, di pantai tersebut saat ini telah banyak terdapat pedagang yang menjajakan makanan serta menyewakan ban kepada pungunjung yang ingin mandi menikmati air laut.

Namun sangat disayangkan minimnya lapangan parkir di Pantai Kuta membuat para pengunjung kewalahan mencari tempat parkir, kususnya pengunjung yang menggunakan roda empat dan roda dua.

Menurut salah seorang pengunjung, Fandi Simatupang yang datang bersama keluarganya pada Rabu (9/9) sore, untuk membuat lokasi tersebut menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi, sudah seharusnya ada penataan dan tempat parkir.

“Kita kemari karena jaraknya dekat dengan rumah. Apalagi sekarang suasana pandemi Covid-19, berpikir untuk keluar daerah. Dari pada suntuk di rumah saja, mending mandi air laut,” ucapnya.

Lanjutnya, setiap akhir pekan ia bersama keluarga sering berkunjung ke tempat ini untuk mandi air laut bersama anak-anak. Walaupun pantainya kecil, tapi tempatnya cukup nyaman dan aman dijadikan sebagai pilihan alternatif berwisata bersama keluarga, apalagi di masa pandemi covid-19.

Airnya yang bersih, dangkal dan ombak yang tidak terlalu besar sangat cocok untuk mengajak anak-anaknya untuk mandi air laut.

“Tapi sangat disayangkan bang minim sekali tempat parkir, membuat kesulitan awak memarkirkan kendaran. Apalagi kalau padat pengunjung, jadi membuat macet jalan,” ujarnya.

Ia berharap ada tempat parkir disediakan oleh pemerintah setempat dan dikelola dengan baik. “Pasti semakin mantap Pantai Kuta ini bang. Karena air tawarnya langsung ada dari gunung dan tukang parkirnya juga ada. Setiap para pengunjung mau parkir wajib bayar Rp2.000, otomatis itukan menjadi pemasukan bagi daerah.”

Hal itu juga dibenarkan petugas tukang parkir yang enggan memberitahukan identitasnya. “Memang saya petugas parkir di sini. Kalau untuk roda dua harga parkirnya Rp2 ribu dan untuk roda empat Rp5 ribu,” ucapnya.

Saat ditanya wartawan media ini, ke mana uang parkir disetorkan serta kenapa juru parkir tidak dilengkapi atribut serta rompi, termasuk tiket parkir dan kartu identitas, ia mengaku tidak membawanya. “Uangnya disetorkan ke Dinas Perhubungan Tapteng bang . Untuk baju serta perlengkapan lainnya tinggal di rumah, hanya kartu identisa yang kubawa,” ujarnya. (tam)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button