Wisata

Memprihatinkan!! Wisata Sampuraga Jangan Diabaikan

FaseBerita.ID – Salah satu wisata sejarah di Madina yakni wisata Sampuraga mulai sepi pengunjung dan tidak lagi diminati masyarakat. Hal itu diduga karena tempat wisata tersebut diabaikan dinas terkait maupun perangkat desa setempat.

“Pengunjungnya sudah sepi sekarang. Mungkin karena terabaikan. Tidak ada perhatian dari pemerintah,” kata salah satu pemerhati sosial Alam Banua, Jumat (30/8/2019).

Wisata Sampuraga yang berlokasi di Jalan Aek Godang, Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Madina ini, tak jauh dari lokasi pemukiman warga desa setempat.

Alam Banua salah satu pemerhati sosial di Panyabungan Barat tersebut mengatakan, wisata Sampuraga sejak tiga tahun belakangan mulai tidak lagi diminati. Hal itu dikarenakan tidak adanya fasilitas berupa daya tarik yang mampu membuat wisata religius tersebut agar menarik dikunjungi oleh pengunjung.

“Misalnya saja berupa fasilitas kenyamanan dan kebersihan dari lokasi wisata. Ini kan tidak ada. Apalagi terkait soal keamanan dari tempat wisata itu seperti kolam bak air panasnya. Itu kan cuma bambu-bambu sederhana yang dibuat pagarnya,” ujarnya.

Menurutnya sangat berbahaya bagi pengunjung kalau kolam bak air panas tersebut cuma dipagari bambu. Ia berharap wisata ini segera diperhatikan agar wisata religius ini nanti tidak menjadi wisata yang akan tinggal kenangan.

Hal senada juga disampaikan Nikmah Nasution warga Desa Sirambas. Menurutnya, akibat sepinya pengunjung yang berkunjung ke lokasi wisata Sampuraga sejak dari beberapa tahun belakangan. Secara langsung membuat omzet penghasilan jualannya ikut menurun dan berkurang secara drastis.

“Dulu, kalau pengunjung mau ke Sampuraga singgah dulu beli jualan saya. Mereka bawa dan makan di dalam lokasi. Banyak juga yang bawa pulang sebagai oleh-oleh mereka dari sini. Sekarang, buah semangka yang saya jual sepi pembeli,” sebut pria yang sudah 10 tahun berjualan semangka di daerah itu.

Keduanya berharap sekiranya dinas terkait atau perangkat desa setempat mau memperhatikan destinasi wisata sejarah tersebut. Menurut mereka, wisata Sampuraga tetap harus ada dan harus dilestarikan. Karena ke depan wisata ini sangat berguna khususnya bagi para generasi mendatang.

“Wisata Sampuraga tetap harus ada dan dilestarikan secara bersama-sama. Wisata ini kan punya makna nilai yang religius. Tentu sangat berguna khusunya bagi generasi kita ke depannya,” harap mereka. (Mang-01)