Wisata

Maksimalkan Pengamanan Pantai Ujung Sibolga: Banyak Fasilitas Kembali Dirusak

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Pajus atau  merupakan salah satu objek wisata di Kota Sibolga yang belakangan mulai ditata kembali oleh pemerintah kota. Berbagai fasilitas, dari mulai bangunan, lampu hias, gazebo hingga taman bermain anak telah ditata rapi. Namun sayang, tangan-tangan jahil pengunjung kembali merusak fasilitas tersebut.

Ironinya, sejak ditata setahun yang lalu, sudah beberapa kali Dinas Pariwisata, sebagai penanggungjawab objek wisata itu, memperbaiki fasilitas yang rusak. Namun perusakan terus terulang. Bahkan kini kondisinya memprihatinkan. Seperti lampu taman yang sudah beberapa kali hilang. Kemudian gazebo atau tempat nongkrong pengunjung yang sudah berulang kali ambruk. Bahkan atap gazebo dirusak, selain tiangnya yang juga patah. Tak ketinggalan taman bermain anak yang kini sudah tidak layak lagi untuk digunakan.

Menurut Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Parpora) Kota Sibolga, Yahya Hutabarat, hal ini menggambarkan belum adanya kesadaran warga untuk saling menjaga fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah. “Dan juga faktor kesadaran masyarakat yang belum ada untuk menjaga fasilitas daerah,” kata Yahya, Rabu (25/9/2019).

Bahkan masih kata dia menduga, ada semacam rasa bangga yang timbul dalam diri warga perusak bila berhasil merusak fasilitas umum tersebut.

“Semacam ada kebanggaan kalau mampu merusak-rusak fasiltas yang dibangun pemerintah. Baru, datang orang membully, bahwa pemerintah tidak memperhatikan kelanjutan fasilitas daerah,” ketusnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Yahya mengaku dalam waktu dekat akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) yang juga memiiki fasilitas di area wisata tersebut berupa gedung, tempat jualan makanan dan minuman. Agar, petugas keamanan dan parkir yang telah dibentuk sejak awal tahun 2019, diaktifkan kembali dan bekerja dengan maksimal.

“Sudah ada SK petugas keamanan dan parkir dari dinas Perindag sejak tahun 2019 ini. Saya sudah minta Kepala Dinas Perindag supaya mengevaluasi SK tersebut. Karena, harus ditegaskan SK tersebut dan dibuat perjanjian sama petugasnya. Jangan lain orangnya yang tertera di SK yang bertugas, lain pula yang bertugas di lapangan. Yang memegang SK tidak bekerja, yang mengutip lain, sehingga tidak ada tanggungjawab,” ungkapnya.

Tak hanya itu, upaya lain yang akan dilakukan oleh Disparpora untuk menghindari pengrusakan fasilitas umum yang berkelanjutan, dengan cara memasang pagar tinggi, menutup akses antara lokasi wisata tersebut dengan perkampungan sekitar. “Akses ke rumah penduduk akan kita tutup. Kita buat pagar tinggi, tapi motif wisata, pakai ornamen,” pungkasnya.

Meski demikian, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Inspektorat Pemko Sibolga ini mengimbau kepada pegunjung dan juga warga Sibolga untuk dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang dibangun pemerintah.

“Turut serta menjaga fasilitas yang sudah dibangun pemerintah, punya rasa tanggung jawab sebagai warga. Kalau ada misalnya anak-anak yang merusak, cegah, larang dan nasehati mereka. Atau laporkan kepada petugas kita,” tukasnya sembari menambahkan bahwa pihaknya juga telah mensosiaisasikan rencana penerbitan peraturan daerah, tentang sanksi yang akan diberikan kepada siapa saja yang ketahuan merusak fasilitas umum. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button