Wisata

Lokasi Wisata di Tapteng Mulai Ramai

FaseBerita.ID – Angin segar mulai dirasakan para pedagang yang berada di Pantai Indah Pandan dan sekitarnya dengan dibukanya kembali Pantai Indah Pandan.

Seperti diketahui, selama masa pandemi Covid-19, di beberapa titik tempat wisata di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terpantau tidak beroperasi. Seperti Pantai Indah Pandan yang berada di Kecamatan Pandan. Tempat wisata yang biasanya kerap dikunjungi oleh masyarakat tersebut ditutup guna menghindari dampak dari penyebaran covid-19, bahkan tempat-tempat penginapan juga sepi akan pengunjung.

Dampaknya, menurunnya perputaran ekonomi juga sangat dirasakan oleh pengusaha-pengusaha di bidang jasa yang menawarkan pesona alam wisata Kabupaten Tapanuli Tengah selama pandemi covid-19 berlangsung atau terhitung kurang lebih empat bulan, mulai awal Maret 2020 hingga saat ini.

Bukan hanya pengusaha yang merasakan hal itu, pedangang-pedangang keliling yang menjajakan jualan khas laut, seperti jenis sate kerang, telur puyu, rendang kerang dan kepiting goreng di sekitaran Pantai Indah Pandan sampai dengan Via Hotel Pandan selama masa pandemi covid-19 nyaris tidak terlihat.

Pantauan wartawan koran ini pada Senin (8/6) siang dan selama dua minggu terakhir usai Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijiriyah/2020 Masehi, Pantai Indah Pandan (PIP) mulai ramai dikunjungi baik itu wisatwan lokal mau pun masyarakat luar daerah. Hal itu pun menjadi angin segar bagi para pedagang yang biasa mencari nafkah di lokasi.

“Alhamdulilah bang. Walapaun tidak seperti yang lalu, penghasilan yang kita dapatkan cukuplah untuk bertahan hidup,” ucap salah seorang pedagang sate kerang.

“Sambungnya, semoga pemerintah dapat mengambil langkah lebih awal agar keadaan ekonomi dapat kembali normal.”

Terpisah, di beberapa lokasi keramain lainnya, seperti pasar dan pusat perbelanjaan yang berada di Kota Sibolga juga tampak sudah beroperasi, walaupun masih banyak ditemukan masyarakat yang terkesan mengabaikan imbauan protokol kesehatan covid-19 yang telah diterapkan.

Ani Hutabarat, salah seorang pengunjung Pasar Nauli Sibolga saat dihampir wartawan media ini berharap masyarakat tidak anggap sepele akan Covid-19 ini.

“Walapun Kota Sibolga kategori zona hijau, janganlah kita anggap sepele, karena belum ada lagi keputusan pemeritah pusat dan daerah yang mengatakan bahwasanya pandemi covid-19 berakhir. Mari kita saling mematuhui anjuran protokol kesehatan covid-19 guna kepentingan bersama,” ucapanya.

Lanjutnya, walapun ada kata New Normal, bukan berarti virus corona sudah tidak ada. Kita harus tetap mematuhi imbauan dan arahan pemerintah daerah dan pusat.

Ani Hutabarat juga mengatakan, di masa New Normal ini banyak masyarakat yang tidak memahami arti dari bahasa New Normal. Untuk itu sangat diharapkan peran penting pemerintah dalam mensosialisasikannya, agar masyarakat dapat memahami dan mengetahuinya apa itu pengertian New Normal dan penerapannya di kehidupan. (tam)