Wisata

Kunjungan Wisman Masih 80 Persen di Bawah Normal

BPS: Recovery Butuh Waktu Cukup Panjang

FaseBerita.ID – Dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata luar biasa dalam. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, lesunya geliat pariwisata akibat pandemi sudah tampak sejak Februari.

“Recovery mungkin akan membutuhkan waktu cukup panjang,” kata pria yang akrab disapa Kecuk itu dalam konferensi pers virtual, Senin (3/8).

Catatan BPS, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juni 2020 hanya sebanyak 160.300 kunjungan. Kecuk menyebut, angka ini turun 2,06 persen dibandingkan Mei 2020 (month-to-month/mtm) yang sebanyak 163.600 kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman pada Juni 2020 juga turun 88,82 persen dibandingkan Juni 2019 (year-on-year/yoy) yang sebanyak 1.434.100 kunjungan. Menurut pintu masuknya, sebanyak 68,2 persen wisman berkunjung lewat jalur darat, sebanyak 30,9 persennya lewat jalur laut, dan 0,9 persennya menggunakan transportasi udara.

Biasanya mayoritas wisman berkunjung ke Bali. Namun lantaran masih diberlakukan pembatasan di Bali pada Juni, maka tidak terlihat ada kunjungan wisman lewat Bandara Internasional Ngurah Rai.

Di sisi lain, lanjut Kecuk, terjadi peningkatan kunjungan wisman di Bandara Internasionl Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Juanda. “Wisman pada Juni 2020 yang masuk lewat Bandara Soekarno-Hatta naik 130,13 persen mtm. Ini menunjukkan bahwa dengan adanya relaksasi PSBB, wisman mulai berdatangan,” katanya.

Meski begitu, dibandingkan Juni 2019 (yoy), wisman yang masuk lewat Bandara Soekarno Hatta masih turun 99,52 persen. “Pada Juni 2019 jumlah wisman yang lewat Bandara Soekarno-Hatta 190.030, sekarang 910,” katanya.

Kondisi serupa juga terlihat di Bandara Juanda, Sidoarjo. Pada Juni 2020, wisman yang masuk lewat Bandara Juanda naik 708,33 persen atau tujuh kali lipat lebih dibandingkan Mei 2020 (mtm). “Tapi dibandingkan tahun lalu (Juni 2019) masih turun 99,57 persen,” ungkap Kecuk. (JP)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button