Wisata

Kadisparbud Resman Saragih: Simalungun Destinasi Wisata Sejuta Potensi

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID– Kabupaten Simalungun memiliki 32 kecamatan dengan luas wilayah 438.660 hektare atau 6,12% dari luas wilayah Provinsi Sumatera Utara. Di 32 kecamatan itu, terdapat 386 desa (nagori) dan 27 kelurahan. Kecamatan Hatonduhan, merupakan kecamatan yang paling luas, dengan luas 33.626 hektare, sedangkan yang paling kecil, adalah Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dengan luas 3.897 hektare.

“Diantara 32 kecamatan, 28 kecamatan memiliki tempat tujuan wisata yang layak dan harus dikunjungi. Destinasi tersebut adalah destinasi yang populer untuk wisatawan nusantara dan mancanegara. Kita menyebut, bahwa Kabupaten Simalungun, merupakan destinasi wisata sejuta potensi,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Simalungun, Resman Saragih, Sabtu (6/2).

Disebutkan Resman, destinasi wisata yang memiliki sejuta potensi itu, di antaranya objek wisata Danau Toba, Kota Parapat, Kawah Putih Dolok Tinggi Raja, Pemandian Alam Sejuk, Bukit Indah Simarjarunjung, Tigaras, Bah Damanik, Manigom, Kebun Teh Bah Butong Sidamanik, Sipolha, Air Terjun Katasa, Air Terjun Jambuara, Air Terjun Mamabu, Air Terjuan Bahbiak, Rumah Bolon Pematang Purba, Museum Simalungun serta objek wisata lainnya.

Dijelaskan Resman Saragih, bahwa saat ini Dinas Pariwisata sedang melakukan pembinaan terhadap 13 desa wisata yang diharapkan bisa berkembang menjadi desa yang mandiri yang bisa menjadi tujuan kunjungan wisata di Simalungun.

“Pengembangan objek wisata di Kabupaten Simalungun akan mendorong terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Seiring dengan itu, kata Resman Saragih, pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Simalungun secara langsung maupun tidak langsung akan mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah, baik secara fisik, sosial, budaya dan ekonomi.

“Hal itu akan tercapai, jika pengembangan sektor pariwisata di Simalungun berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisata setiap tahunnya,” katanya.

Menurut Resman Saragih, sebenarnya Kabupaten Simalungun semakin tinggi posisi geliat pertumbuhan destinasi wisata, karena menjadi salah satu bagian daerah yang ditetapkan Dewan Eksekutif UNESCO, yang akhirnya menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Selasa (7/7/2020) lalu.

“Tentunya, penetapan ini menjadi langkah baru bagi Kabupaten Simalungun, yang merupakan satu dari beberapa daerah di bibir Danau Toba untuk mengambil langkah ke depan. Penetapan ini diharapkan semakin meningkatkan pamor Kabupaten Simalungun di mata dunia,” katanya.

Tidak hanya itu saja, kata Resman Saragih, bahwa kehadiran Raja dan Ratu Belanda, kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno serta kehadiran Menteri Luar Negeri Tiongkok beberapa waktu yang lalu, semakin memantapkan posisi Kabupaten Simalungun di kancah pariwisata nasional dan internasional.(rel/esa/fabe)

USI