Wisata

FGD Pengembangan Website Desa Wisata Kawasan Danau Toba Digelar

FaseBerita.ID – Kemenparekraf/Baparekraf menggelar Forum Group Diskusi (FGD) Pengembangan Website Desa Wisata Danau Toba dengan menggandeng para akademisi dari Institut Teknologi DEL Laguboti, bertempat di Aula Kampus Institut Teknologi DEL Laguboti, Kamis (5/11).

Di awali sambutan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toba Jhon Pieter Silalahi yang menghadiri Forum Diskusi Pengembangan Website Desa Wisata Danau Toba melalui digitalisasi BUMDes Bersama di sektor pariwisata.

“Pariwisata sekarang ini dapat menjadi sektor unggulan untuk menggali potensi dan pendapatan daerah terutama desa, strategi pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes akan  mendorong pertumbuhan ekonomi ditingkat desa,” ujar Jhon Pieter Silalahi.

Jhon Pieter Silalahi juga menyampaikan bahwa pengembangan BUMDes harus didorong dengan menggunakan pendekatan ekonomi kreatif untuk menciptakan nilai tambah secara ekonomi, sosial dan budaya.

“Dengan adanya forum diskusi lintas sektoral dan derah ini diharapkan mampu lebih memaksimalkan potensi yang ada di desa terutama sektor pariwisata,” harap Jhon Pieter.

Dalam Program Dinas Pariwisata ada yang namanya Desa Wisata dan ada juga Daya Tarik Wisata, tentu wisatawan tidak hanya sebatas menginap dan bermalam saja. Melainkan juga berinteraksi dan belajar tentang kearifan lokal maupun kebudayaan Desa.

“Untuk memberi nilai tambah dari potensi wisata yang sudah ada, kita kolaborasi dengan meningkatkan industri cendera mata yang kuat untuk pariwisata. Karena cendera mata bagi wisatawan adalah suatu kenangan yang menandakan mereka pernah berkunjung ke suatu daerah wisata,” tutup Kadis Pariwisata Jhon Pieter Silalahi

Menurutnya, di tengah Pandemi Covid-19 yang tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir, maka kreativitas dan inovasi dari desa sangat diperlukan. Pemerintah dalam hal ini juga mendorong serta memberikan suport agar masyarakat di desa sehingga mau berinovasi dalam berusaha dan memanfaatkan lahan-lahan yang dimiliki di masing-masing desa.

Sementara itu, Narasumber Pakar IT DEL Arnaldo Sinaga menjelaskan bahwa kawasan Danau Toba termasuk ke dalam salah satu dari 10 lokasi destinasi pariwisata prioritas dan tantangan perubahan trend pariwisata dunia yang harus memanfaatkan teknologi digital.

Lanjutnya, strategi harus di lakukan untuk menangkap peluang tersebut digitalisasi dan pengembangan website desa wisata di kawasan danau toba perlu di laksanakan untuk mendapat manfaat teknologi digital sebagai media promosi

“kegiatan ini untuk mengembangkan website 19 desa wisata di kawasan Danau Toba, memberikan pelatihan Pokdarwis dan aparat desa dalam pengelolaan website desa wisata di kawasan danau toba serta lakukan pendampingan terhadap pengelolaan website desa wisata dan juga masyarakat lokal untuk meningkatkan kesiapan pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan website tersebut” ujar Sinaga.

Melihat beberapa permasalahan di atas, para akademisi pun menyatakan kesanggupannya dalam membantu pengelolaan desa wisata melalui kegiatan pengembangan website Desa Wisata Danau Toba. Namun dalam beberapa hal, pihak kampus masih kesulitan dalam memetakan permasalahan di desa wisata sehingga perlu adanya kerja sama antara pihak Institut Teknologi DEL dan Dinas Pariwisata daerah serta para pengelola desa maupun kampung wisata di Kabupaten Toba

Sinaga mengungkapkan, kreativitas dan inovasi dalam hal ini sangat penting dalam menggairahkan serta menggenjot ketertarikan wisatawan untuk berkunjung. Menurutnya, spot-spot desa yang memiliki daya dukung wisata harus digerakkan sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri.

Selain itu, kegiatan forum group diskusi website Desa Wisata kawasan Danau Toba ini diharapkan dapat mengenalkan program desa wisata kepada generasi muda sehingga sebelum dan setelah lulus, mereka dapat terlibat dalam proses kegiatan membangun desa.

Selama kegiatan ini berlangsung para pengelola desa maupun kampung wisata diajak membuat satu narasi tentang wisata di tempat mereka dan dapat menampilkan  wisata yang dapat terkesan oleh wisatawan

Para peserta berharap, Semoga dengan diadakan kegiatan Fokus Group Diskusi mengenai Pengembangan Website Desa Wisata Danau Toba ini dapat memajukan kawasan setiap desa dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selama kegiatan FGD,  dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat yakni dengan Mencuci Tangan, jaga jarak dan memakai masker

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Institut Teknologi DEL Togar Simatupang, Kadis Pariwisata Kabupaten Toba Jhon Pieter Silalahi, Kabid Direktur Destinasi Regional 1 Sumut – Aceh Bapak Wijanarko SH, Kepala BPODT Arie Prasetyo, Moderator FGD sekaligus Sub koordinator Destinasi Area 1A Aceh – Sumut Andhy Marpaung, Narasumber dari pakar IT Institut Teknologi DEL Dr.Amaldo Sinaga, Riyanthi Anggrainy Sianturi, Yohanssen Pratama, Verawaty Situmorang dan juga para pengelola desa maupun kampung wisata di Kabupaten Toba dan Simalungun serta dari Dinas Pariwisata Humbang Hasudutan. (aos/fi)

iklan usi