Sumut

Berharap Martabe Prestasi Ditingkatkan ke Jenjang yang Lebih Tinggi

Semarak Sumpah Pemuda PTAR: Yang Muda Yang Berprestasi

PT Agincourt Resources (PTAR) sebagai pengelola tambang emas Martabe-Batangtoru, kembali menggelar Virtual Inspiration Talk Agincourt Resources Mining (Vitamin) yang menjadi wadah virtual dalam berbagi inspirasi dan motivasi antar sesama penerima program beasiswa Martabe Prestasi bersama para pimpinan PTAR.

Kamis (28/10) siang, tepat di Hari Sumpah Pemuda, Vitamin ke-4 PT AR yang diselenggarakan mengambil tajuk; Yang Muda Yang Berprestasi.
Dibuka oleh Tia Manurung sebagai host. Vitamin kali ini menghadirkan mantan penerima beasiswa Martabe Prestasi, yakni Selvi Rida Helvina. Kemudian ada mahasiswa berprestasi nasional yang diundang sebagai narasumber, yakni Mas Adam Lukman Chaubah, serta Presiden Dikrektur PTAR Muliady Sutio.
Rahmat Lubis, sebagai General Manager Operations PTAR pun memberi sambutan, berharap anakmuda penerima beasiswa Martabe Prestasi ini, nantinya mengambil peran dalam kemajuan bangsa, sebagai generasi berprestasi. Dan ia kemudian berbagi inspirasi.
Rahmat Lubis merupakan putra asli Tapanuli Selatan. Ia lahir dari keluarga petani, terbilang pra sejahtera. Sejak sekolah dasar hingga menengah pertama, Rahmat memang sudah penuh prestasi, selalu menjadi juara kelas. Dari sana, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMA Plus Sipirok.
“Jadi dulu kemudahan belajar, terus dipacu, dan selalu juara kelas. Pas saya tamat SMP, adalah dulu Pak Raja Inal Siregar, seorang Jenderal, Gubernur Sumatera Utara juga. Membawa konsep Martabe, Marsipature Hutana Be. Jadi dia bawa ke Sipirok sekolah SMA Plus, yang dulu menjadi sekolah terbaik di Sumatera Utara. Bersekolah di SMA Plus, semua beasiswa, Alhamdulillah tanpa biaya sampai asrama dan kebutuhan di sana,” cerita Rahmat.
Sampai akhirnya bisa berkuliah di Institut Teknologi Bandung, Rahmat Lubis pun masih bermodal tekad dan nekat. Namun, berkat kegigihannya, di sana ia juga pada akhirnya mendapat beasiswa, yang kemudian hasilnya menjadi insinyur pertambangan dan membawanya bekerja di dunia tambang dan kini telah menjadi pemimpin seluruh operasional penambangan di Tambang Emas Martabe.

dalam sesi webinar Bincang-bincang bersama BOD PTAR, pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93, Kamis (28/10/2021), dipandu moderator Tia Manurung.

Prestasi Ditingkatkan Sampai Jenjang S2
Sebagai host, Tia Manurung kemudian mengalihkan pembicaraan kepada Selvi Rida Helvina, sebagai mantan penerima beasiswa Martabe Prestasi yang kini telah bekerja sebagai pengontrol kualitas di laboratorium suatu perusahaan di luar daerah.
Helvina bercerita, bila dirinya dahulu begitu kesulitan saat memutuskan untuk berkuliah selepas dari SLTA di Tahun 2016. Pada saat itu program Martabe Prestasi belum ada. Keadaan orangtua sedang sakit, dan ekonomi keluarga tidak menentu.
“Pesan ibu, Nak kalau kau mau kuliah gak apa-apa tetapi jangan nikah dulu,” cerita Helvina yang kemudian menjadikannya motivasi bertahan di Kota Medan dengan uang belanja seadanya, sebagai mahasiswi Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan.
Martabe Prestasi mulai ada di Tahun 2017. Dan Helvina begitu mengetahuinya, langsung mengikuti serangkaian persyaratan dan ujian. Hingga akhirnya ia menjadi salah satu penerima perdana program beasiswa dari perusahaan tambang ini. Tentu saja, sangat membantu baginya. Dan menjadikannya lebih fokus dalam mengikuti serangkaian aktivitas perkuliahan.
“Maka saran saya kepada adik-adik yang sekarang jadi penerima beasiswa Martabe Prestasi, untuk terus belajar, belajar, belajar. Dan jangan menikah dulu, tingkatkan dulu potensimu,” ungkapnya.
Terakhir Helvina mengungkapkan, bila ada keinginan dan permintaan dari berbagai alumni atau mantan penerima beasiswa Martabe Prestasi, agar program beasiswa yang bagus ini ditingkatkan sampai pada jenjang S2 atau setara magister.

Dari atas ke bawah: Presider PTAR Muliady Sutio, penerima beasiswa Martabe Prestasi Selvi Rida Helvina, moderator Tia Manurung, dan mahasiswa berprestasi nasional, Mas Adam Chaubah.

Mas Adam Lukman Chaubah, mahasiswa berprestasi nasional yang diundang sebagai narasumber, dalam kesempatan itu mengatakan, sejak kecil dirinya kerap jalan kaki dari rumah ke sekolah yang relatif jauh. “Kadang-kadang naik ojek. Ya masa-masa keraslah. Tapi sejak kecil saya memang sudah bercita-cita ingin ke luar negeri. Khususnya Korea Selatan, Jepang, dan Amerika,” cetusnya mengawali.
Keinginan yang kuat, menurutnya, bisa menemukan jalan yang tepat. Terbukti, dirinya bisa pergi Jepang, Korea, dan Amerika Selatan, lewat dukungan kampus dan sponsor lainnya.
Mas Adam Lukman Chaubah telah banyak menorehkan prestasi, bahkan di tingkat Internasional. Di antaranya Best Scientific Conference on Policy, Engineering, Arts, Culture and Education (SCOPEACE) Japan 2018. Sebagai penyuka fashion, Mas Adam juga berprestasi mendapat medali emas di ajang 2nd Korea Invention and Women Inventor Exhibition Design 2019, dan 2nd International Conference of Art & Design 2018.
Sebagai mahasiswa Jurusan Biologi Molekuler, dengan dukungan kampus dan berdasarkan penelitiannya bersama tim dari Universitas Brawijaya. Mas Adam rencananya dalam waktu dekat juga akan berkunjung ke Eropa tepatnya di Hungaria dalam studi banding bidang biologi molekuler tersebut. “Kenapa ke sana. Karena pusat Ilmu Biologi Molekuler itu ada di Hungaria,” ungkapnya.
Sebelum mengakhiri cerita perjalanan dalam menggapai berbagai prestasi. Mas Adam kemudian memberikan motivasi bagi penerima beasiswa Martabe Prestasi, untuk terus menggali potensi diri, mengenali diri beserta ‘passion’, dan berani tampil beda.
“Aku memang sejak kecil, berpikir ingin sekali ke negara orang, bagaimana sih di sana, apa bedanya dengan kampungku. Jadi aku juga berkawan dengan yang satu passion dengan aku gitu, hingga akhirnya Alhamdulillah sudah bisa ke Jepang, Korea,” cerita Adam.
Sama dengan Helvina tadi, Mas Adam Lukman juga setuju apabila Tambang Emas Martabe mewujudkan beasiswa jenjang pendidikan S2.
Menanggapi itu, Presiden Direktur PTAR Muliady Sutio mengarahkannya ke Rahmat Lubis. “Kalau mau ke S2, nanti lapor ke Pak Rahmat Lubis. Pasti dibukakan pintu, United Tractors (UNTR), Astra International (ASII) mendukung yang beginian, mengembangkan potensi-potensi generasi muda,” katanya.

General Manager Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, memberikan secara simbolis Beasiswa Martabe Prestasi 2021 kepada salah satu siswi penerima beasiswa, Kamis (5/8).

Tanggapan lainnya datang dari Ruli Tanio. Ia berpesan agar Selvi Rida Helvina mempertimbangkan apakah bila lanjut studi ke jenjang S2, fokus ke Teknik Kimia Industri atau ke Kimia Murni yang nantinya lebih fokus pada penelitian kimia. “Teknik Kimia, lebih ke industri. Di Indonesia banyak, rasanya kesempatan lebih terbuka. Saya yakin Selvi merupakan wanita yang bertekad kuat, berani dan keras,” katanya seraya memuji.
Ruli Tanio juga menanggapi Mas Adam, dan mafhum bila fokus biologi molekular memang harus ke Hungaria. Sebab, negara itu menjadi pusat keilmuan bidang molekular di Uni Eropa.
“Uni Eropa memang membagi-bagi negaranya dalam hal pusat keilmuan, agar berkembang dan terjadi pertukaran mahasiswa antar negaranya. Seperti keuangan ada di UK dan Jerman,” kata dia.
Beberapa pimpinan perusahaan kemudian secara bergantian memberikan motivasi untuk seluruh penerima beasiswa Martabe Prestasi. Di antaranya Sanny Tjan, mengajak mereka untuk terus belajar dan mencari tahu dengan rajin bertanya.
“Saya yakin tidak ada orang bodoh. Yang ada tidak mau bertanya dan mengembangkan dirinya,” pungkasnya.
Selain itu ada juga Noviandri Lukman Hakim dan Christine Pepah. Terakhir, Muliady Sutio menutup perbincangan virtual yang diselingi dengan penampilan Medley Tari secara langsung, pembacaan sumpah pemuda, pembacaan puisi dan lainnya itu.
“Lanjutkan jangkauan yang lebih luas dan skala tingkatan yang lebih tinggi,” tandasnya berpesan perihal Martabe Prestasi yang sampai saat ini telah mencatatkan hingga 967 penerima. (san)