Sketsa

‘Blusukan’ ke Kamar Tetangga

Kasirun (51) nama samaran, meski sudah dipanggil mbah, sebetulnya belum tua amat. Penampilannya juga masih kenceng dan energik. Saking enerjiknya, ketika kesepian dia nekad “blusukan” ke kamar Lastri (25) bukan nama sebenarnya, bini tetangga yang sedang tidur. Tapi sial, karena tanpa lobi-lobi politik sebelumnnya, Lastri teriak dan Mbah Kasirun ditangkap.

Ukuran tua di Indonesia ini masih rancu. Orang usia 50-an sudah disebut kakek, sedangkan yang sudah berusia 43 tahun masih disebut pemuda. Sekadar contoh, Kabinet Pembangunan V pernah memiliki Menpora usia segitu, yakni Akbar Tanjung. Tapi ada pula yang punya pendapat, tua dan muda jangan dilihat dari umur, tapi semangatnya.

Masih muda tapi pemikirannya kuno, itu sudah tua. Sebaliknya sudah tua tapi pemikirannya modern, itu masih muda.

Nah, Kasirun sebetulnya masih muda. Sebab meski usia sudah kepala lima lebih sedikit, rambut masih hitam asli, bukan karena pakai ilmu hitam (semiran). Ke mana-mana juga suka pakai celana jeans, sehingga layak masih direken muda.

Karena masih merasa muda itulah, Kasirun dalam soal asmara masih merasa rosa-rosa seperti Mbah Marijan. Sayangnya, status duda menjadikan dia tak punya medan pelampiasan.

Kebetulan kok ada tetangga sebelah rumah, istrinya yang bernama Lastri sering banyak “nganggur”. Maksudanya, suami pulang seminggu sekali karena kerja luar kota. Mbah Kasirun pun menganalisa bahwa Lastri juga kesepian seperti dirinya. Daripada kecantikan dan keseksiannya jadi emwastra lungset ing sampiranem (baju bagus hanya digantung saja), apa salahnya bisa digunakan seoptimal mungkin. Pemerintah saja tak suka melihat data akan banyaknya lahan nganggur tidak produktif. “Aku siap bercocok tanam di atas lahan Sulastri,” begitu pikiran kotor Kasirun.

Sebagai tetangga dekat, Kasirun tahu persis liku-liku rumah Lastri termasuk kebiasannya pemiliknya. Jam 13.00 sampai 15.00 dia suka tidur siang, sementara pintu belakang tidak dikunci. Data-data ini langsung dimanfaatkan oleh Mbah Kasirun sebaik-baiknya.

Beberapa hari lalu dia benar-benar blusukan ke kamar tetangganya. Benar kan, Lastri sedang tidur siang. Maka langsung saja ditubruk dan digumuli. Karena Lastri berontak, lalu diancam pakai pisau. Tapi tetangga cantik itu malah teriak berulang kali. Sambil loncat jendela Kasirun sempat melukai tangan Lastri.

Tetangga pun berdatangan, menanyakan apa masalahnya. Begitu tahu Lastri hendak diperkosa Mbah Kasirun, warga pun lapor ke polisi dan langsung ditangkap. Dalam pemeriksaan Mbah Kasirun mengaku tak berniat menyakiti Lastri, tapi karena malah teriak-teriak. “Tak sabet peso temenan,” kata Mbah Kasirun. Sudah blusukan, tak memperoleh kepuasan. (pk)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker