Showbiz

Tsania Marwa Curhat Bahagia

Perceraian Tsania Marwa dan Atalarik Syach tak diwarnai dengan pertikaian. Kala itu, Ata membawa serta kedua anaknya, Syarif dan Shabira untuk pergi bersamanya. Hal itu tentu membuat Tsania begitu terpukul.

Wanita 28 tahun itu lantas membawa masalah ini ke kasus hukum guna memperjuangkan hak asuh anaknya. Dan setelah melalui proses panjang, pada Bulan September 2019 lalu pihak pengadilan mengeluarkan putusan jika anak-anak akan diasuh bersama. Tsania diberi hak asuh atas Shabira, sementara Ata bersama Syarif.

Namun rupanya putusan itu tak lantas membuat Tsania lega. Ia tak ingin kedua anaknya dipisah sejak kecil.

Karenanya, bintang sinetron Putri Yang Ditukar itu kembali mengajukan tuntutan terkait hal ini, terlebih karena pihak Atalarik disebut sangat susah untuk diajak berkomunikasi seputar parenting.

Dan penantian panjang Tsania akhirnya terjawab juga. Wanita lulusan Universitas Tarumanagara itu berhasil memenangkan hak asuh anak dari kedua anaknya, Syarif dan Shabira. Penantian panjang penuh perjuangan dan kesedihannya kini terbayar sudah.

“Setelah 1.037 hari yang saya lewati dengan hati hancur, sedih, luka, air mata yang sudah tidak ternilai, rasa rindu, rasa sesak, sakit dan pilu, AKHIRNYA kabar yang saya harapkan, jawaban dari doa saya selama ini dikabulkan oleh ALLAH SWT. Hasil putusan Sidang Hak Asuh Anak di tingkat banding oleh Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat sudah keluar dan saya mendapat Hak Asuh atas KEDUA ANAK saya,” tulis Tsania pada curhatannya di Instagram.

Tak lama setelahnya, Tsania pun mengunggah foto dirinya bersama kedua buah hatinya. Tak lupa Ia menuliskan ungkapan terima kasih pada berbagai pihak yang selama ini tak berhenti memberikan dukungan padanya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas SEMUA DOA, DUKUNGAN, SEMANGAT, yang selama ini kalian berikan kepada saya. Saya bisa kuat sejauh ini juga karena kalian. Saya hanya membela HAK ANAK untuk mendapat kasih sayang seorang IBU dan Saya hanya seorang IBU yang ingin mendapat HAK-nya. Terima kasih untuk PTA Jawa Barat yang bisa memberikan keadilan untuk seorang Ibu,” sambungnya.

“Perjuangan belum berakhir dan Insya Allah Umi akan selalu berjuang untuk kalian berdua. I love you all with all my heart,” tuntas Tsania. (kpl/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button