Showbiz

Film Gundala Libatkan 1.800 Pemain dengan 70 Lokasi Syuting

Jagad perfilman Indonesia menambah daftar jagoan lokalnya. Setelah Si Buta dari Goa Hantu, jagoan bergelar Gundala menjadi pembuka rangkaian film-film patriot tanah air, yang akan digarap Bumilangit.

“Gundala menjadi terobosan buat perfilman Indonesia. Ini adalah genre baru. Mengangkat superhero lokal yang diangkat dari karakter komik Indonesia era 70-an,” kata Sutradara Film Gundala, Joko Anwar, dalam sesi talkshhow di Main Atrium Manhattan Times Square Medan, Sabtu (24/8/2019).

Ikut menyapa warga Medan para pemeran film ‘Gundala’ seperti Lukman Sardi, Tanta Ginting, Zidni Hakim, dan Putri Ayudya. Di Medan, film ini akan diputar tanggal 29 Agustus, tetapi tiketnya sudah bisa dibeli sejak sekarang.

Joko Anwar berbagi kisah pembuatan ‘Gundala’ dari komik ke layar lebar dan kenapa film ini wajib ditonton warga Medan.

“Gundala itu sosok pahlawan asli Indonesia, yang diciptakan oleh almarhum Harya Suryaminata atau dikenal dengan nama Hasmi, yaitu Gundala Putra Petir (1969). Gundala diciptakan Hasmi menyusul populernya cerita pahlawan super di dunia komik pada tahun 1960-an,” kata Joko, yang juga menjadi penulis cerita.

Ide kekuatan Gundala didapat dari tokoh legenda Jawa Ki Ageng Sela, yang diceritakan bisa menangkap petir. Sementara bentuk fisik Gundala sendiri mendapat inspirasi dari bentuk karakter The Flash ciptaan Gardner Fox dari DC Comics.

Film kolosal yang melibatkan 1.800 pemain, dan tempat syuting hingga 70 lokasi, Joko Anwar mengatakan, kembalinya karakter ciptaan Hasmi ke layar lebar ini diharapkan dapat memperlihatkan ke generasi baru bahwa Indonesia mempunyai karakter jagoan yang layak dibanggakan.

“Setelahnya akan ada film-film lain dari karakter yang ada di Jagat Sinema Bumilangit yang siap diproduksi filmnya dan dikenalkan kepada masyarakat. Ada 8 jagoan, yang akan digarap hingga tahun 2025,” kata anak Medan ini, dengan nada mantap.

Film ‘Gundala’ bercerita tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan  memikirkan keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas.

Menurut Joko, dirinya butuh waktu 4 bulan untuk menyelesaikan skenario Gundala. Jalan cerita diperbarui agar lebih cocok dengan zaman sekarang.

“Kostum Gundala di versi film dibuat secara 3D di Amerika Serikat. Kostum ini dibuat perusahaan yang sama dengan yang membuat kostum Daredevil. Kalau versi komik ada celana dalam merah di luar, pada di film ini tak ada. Topeng Gundala juga diganti dengan kacamata dan masker penutup mulut,” katanya.

Manhattan Times Square XXI kebagian menjadi salah satu lokasi bioskop yang telah dijual tiket pre-sale. Dua lokasi lagi adalah Ringroad Citywalks XXI dan Centre Point XXI. Tiket untuk tanggal 29 dan 30 Agustus mulai dibuka sejak beberapa hari lalu.

Masing-masing bioskop membuka lima kali jam tayang, mulai dari jam 11 pagi sampai 9 malam. Tiga lokasi ini adalah bioskop yang sudah mempunyai fasilitas Dolby Atmos. Sebagai film pertama yang memakai teknologi ini, tentu lebih afdol jika menonton ‘Gundala’ dengan cara terbaiknya.

Bumilangit Studios, Screenplay Films bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource Entertainment mempersembahkan film ‘Gundala’ yang akan tayang 29 Agustus 2019.

Film Gundala yang menawarkan action khas Indonesia, dibintangi sejumlah aktor Indonesia, yakni Abimana Aryasatya sebagai Gundala, aktor senior Lukman Sardi sebagai Ridwan Bahri. Lukman Sardi yang dalam film itu berperan sebagai politikus mengatakan, senang terlibat dalam film ini karena sutradaranya mampu mengarahkan pemain tanpa kerumitan.

Tanta Ginting yang berperan sebagai Ito Marbun, preman pasar, juga mengakui hal serupa.

Zidni Hakim, anak Binjai yang berperan sebagai Dirga Utama, menyebut film Gundala sebagai pengalaman pertamanya main film.

“Saya dikasih waktu 3 bulan untuk belajar karakter saya,” katanya.

Putri Ayudya yang berperan sebagai istri Dirga Utama, memuji Joko Anwar sebagai sutradara hebat karena mampu mendekatkan seluruh pemain yang ‘sangat banyak’.

“Saya sendiri terkejut dengan banyaknya pemain yang terlibat,” katanya seraya tersenyum. (mea/sp)