Saintek

Tatrazin Pada Jajanan Minum

Opini: Ifwarisan Defri STP

KEBUTUHAN manusia akan pangan tidak akan lepas perannya selama mereka masih hidup. Manusia sangat membutuhkan makanan pokok, namun tidak dipungkiri manusia juga membutuhkan makanan berupa jajanan.

Jajanan sekarang sudah menjadi tren milenial kekinian yang sering kita jumpai di beberapa tempat seperti jalanan, tempat keramaian umum, tempat wisata, kantor-kantor dan sekolah.

Biasanya jajanan berupa makanan dan minuman yang dikemas sedemikian rupa dan dikonsumsi dalam kondisi siap saji dengan harga sangat terjangkau.

Salah satu strategi produsen untuk menarik konsumen agar produk jajanannya laku terjual adalah dengan menambahkan Bahan Tambahan Pangan (BTP).

Menurut Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si sebagai Dosen Ahli Ingredien dan Bahan Tambahan Pangan di IPB University menyatakan bahwa bahan tambahan pangan adalah bahan yang sengaja ditambahkan ke dalam suatu produk pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan, baik yang mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi yang pemakaiannya harus sesuai dengan regulasi agar produk aman dikonsumsi.

Produk jajanan minuman salah satu yang sering ditambahkan bahan tambahan pangan berupa pewarna dengan tujuan produk memiliki penampakan warna yang mencolok sehingga menarik perhatian dan mempengaruhi konsumen terutama anak-anak.

Salah satu jenis pewarna yang sering ditambahkan untuk produk minuman adalah tartrazin.

Tartrazin termasuk golongan pewarna sintetis yang menghasilkan warna kuning lemon. Tartrazin sudah komersial digunakan sebagai pewarna minuman oleh produsen dari skala kecil (rumahan) hingga besar (industri). Tartrazin mempunyai beberapa keuntungan seperti mudah larut, warna yang dihasilkan lebih menarik, biaya lebih murah dibanding pewarna alami.

Penggunaan pewarna tartrazin dibolehkan asal sesuai regulasi yang telah dibuat oleh pemerintah.

Menurut Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si menyatakan salah satu masalah BTP antara lain penggunaan BTP oleh produsen melebihi batas maksimal. Jika  penggunaan tartrazin secara berlebihan, hal ini dapat memberikan efek yang tidak aman untuk kesehatan.

Apabila dikonsumsi secara terus menerus dimana melebihi batas maksimum yang diserap oleh tubuh yaitu sekitar 7,5 mg/kg berat badan/hari berdasarkan ADI (Acceptable Daily Intake) dapat menimbulkan gejala alergi, pusing, demam, rusaknya syaraf otak, keracunan dan kanker.

Oleh karena itu perlu adanya pengetahuan produsen maupun konsumen dalam memerhatikan peraturan penggunaan pewarna yang aman dan batas maksimal yang telah ditetapkan oleh pemerintah agar kita mengetahui pewarna yang diizinkan dan dilarang untuk makanan dan minuman diatur dalam SK Mentri Kesehatan RI Nomor 722/MenKes/Per/IX/88 serta juga pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan.

Pesan singkat saya “Jadilah produsen jujur dan berbudi luhur dan jadilah konsumen yang cerdas dan peduli kesehatan, Gemilanglah Indonesiaku dengan generasi sehat yang berprestasi”.(**)

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Ilmu Pangan Sekolah pascasarjana IPB University.

 

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close