Saintek

Ini Review ASUS Vivobook M409DA

Pabrikan laptop berlomba-lomba untuk menghadirkan produk yang ramah di kantong dengan performa tinggi. Begitu juga dengan Asus yang mengeluarkan Vivobook M409DA. Laptop yang ditenagai oleh AMD Athlon Gold 3150U dengan grafis terintegrasi Radeon Vega.

Untuk kecepatan, otak AMD Athlon Gold disokong oleh RAM bawaan 4 GB yang bisa diupgrade hingga 12 GB dan SSD 512 GB. Asus menyebut Vivobook M409DA ini sebagai laptop entry level yang bisa digunakan untuk bekerja sekaligus bermain game. Benarkah?

Desain

Tidak ada yang sangat menonjol dari desain Vivobook M409DA. Maklum, laptop ini bisa dikatakan lebih ingin dibicarakan spesifikasinya daripada desain. Mungkin, karena itu desainnya ya begitu saja. Laptop ini memiliki bentang layar 14 inch dengan rasio 16:9 LED-bakclit HD yang memiliki resolusi maksimal 1366×768.

Layarnya memiliki teknologi Anti-Glare 60Hz Panel with 45% NTSC. Laptop yang hanya mempunyai dua varian warna ini memiliki berat 1,6 kg. Dilengkapi dengan Integrated Wi-Fi 5 (802.11 ac) dan Bluetooth 4.2.

Sedangkan untuk konektivitas, disediakan combo audio jack, 1xType C USB 3.0, 1xUSB 3.0 Type A, 2xUSB 2.0, 1xHDMI, dan pemindai sidik jari yang terdapat pada trackpad. Semua itu dibalut dalam laptop yang cukup tipis dengan dimensi 325x216x23,1 mm.

Sedangkan baterainya, 2-Cell 32 Wh Polymer Battery dengan fast charging. Dijanjikan jika baterai yang lemah dapat di-charge hingga 60 persen hanya dalam 49 menit.

Performance

Sebagai laptop untuk segmentasi entry level, Athlon Gold pada Asus Vivobook ini mumpuni untuk diajak bekerja atau belajar. Setidaknya, itu yang tercermin dari hasil benchmark PC Mark 10 Extended. Skornya keseluruhan 2.074. Hasil yang bagus untuk skor detil saat menjalankan aplikasi kantoran.

Untuk kategori Essentials misalnya, skor mencapai 5.604. Detil pada Apps Start-up skornya 4.491. Kencang untuk membuka aplikasi karena juga didukung oleh SSD. Selain itu, skor Web Browsing adalah 5.665.

Sedangkan sektor Productivity, skornya 4.103. Detilnya, aplikasi Spreadsheet mendapat skor tinggi sebesar 5.661. Menjadi bukti bahwa Athlon Gold mampu untuk diajak bekerja tabulasi dengan baik. Untuk aplikasi menulis, skornya 2.975.

Pada kategori Digital Content Creation, skornya tidak jelek-jelek amat yakni 2.157. Untuk Photo Editing, skornya 2.789. Masih oke untuk mengedit foto yang tidak terlalu rumit atau tanpa banyak layer. Sedangkan Rendering and Visualization, skornya rendah yakni 1.620. Meski, untuk Video Editing skornya 2.223.

Untuk gaming, karena bukan ditujukan untuk pasar itu, skornya paling rendah. Yakni, 1.009. Detil lainnya, skor Graphics 1.342 dan skor Physics 5.372. Di atas kertas, banyak game yang sulit dijalankan. Apakah benar? Cek pada pembahasan tentang game di bawah.

Saat diuji dengan Cinebench R15, laptop ini berhasil mendapatkan angka 98 CB untuk single core dan 34,75 FPS untuk Open GL. Lumayan, karena Athlon Gold dan Radeon Vega bisa diajak untuk rendering.

Bagaimana dengan performa dengan 3DMark? Saat dicoba dengan Night Raid, skornya cukup bagus yaitu 4.551. Dengan detil Graphics Score 5.448 dan CPU Score 2.355. Mengingat Night Raid memang ditujukan untuk DirectX 12 komputer dengan kartu grafis terintegrasi, skor tersebut sudah oke. Banyak game yang bisa berjalan dengan 23 FPS atau 29 FPS.

Diukur dengan Sky Diver, hasil yang sama bagusnya terlihat. Yakni, 4.223. Detilnya, Graphics Score 4.219, Physics Score 4.171, dan Combined Score 4.336. Berbeda dengan Night Raid, Sky Diver untuk mengukur DirectX 11 pada komputer dengan grafis terintegrasi.

Game

Asus Vivobook M409DA bisa jadi tidak dikhususkan bagi penggemar game. Namun, performa Athlon Gold membuat laptop ini cukup memberi kejutan bagi yang suka bermain game. Banyak game mainstream yang bisa dimainkan meski tidak dengan kualitas grafis terbaik. Setidaknya, tidak nge-lag dan visualnya masih bisa dinikmati.

Beberapa game telah dicoba untuk membuktikan hal itu. Bagi yang punya laptop ini, jangan lupa untuk selalu update driver terbaru. Disarankan juga untuk memainkan game dengan mode tenaga dari listrik.

Resident Evil 3 Remake

Game ini bisa dijalankan dengan baik meski kualitas grafisnya diturunkan hingga 70 persen pada resolusi 1280×720. Skornya tidak jelek-jelek amat, Resident Evil 3 Remake bisa dijalankan di Vivobook M409DA dengan 37 FPS. Windows 10 mencatat penggunaan CPU sebesar 35 persen, dan GPU 99 persen.

GTA V

Game favorit banyak orang ini juga bisa berjalan dengan baik. Konfigurasi yang digunakan adalah, menurunkan resolusi pada 1280×720. Lalu, detil lainnya diset ke level normal dan menggunakan DirectX 10. Set tersebut menjadikan penggunaan video memori sebesar 900 MB dari 2048 MB.

Hasilnya, bisa membuat GTA V bisa berjalan pada 35 FPS. Meski demikian, di beberapa tempat yang tidak terlalu padat latarnya, bisa menyentuh 47 FPS. Saat digunakan untuk bermain GTA V, penggunaan CPU mencapai 85 persen, dan GPU 95 persen.

Street Fighter V

Tidak perlu ragu untuk menjalankan game ini Vivobook M409DA dengan Athlon Gold. Sebab, game bisa berjalan lancar di resolusi 1280×720 dengan kualitas grafis medium. Konfigurasi tersebut membuat game ini bisa berjalan di 43 FPS. Saat bermain, CPU yang digunakan adalah 57 persen, gan GPU 99 persen.

Age of Empire II Definitive Edition

Game classic yang terus di-remake supaya kekinian ini bisa memberikan masalah bagi beberapa laptop. Terutama, yang kelas menengah ke bawah. Saat uji coba, laptop ini mampu menjalankan game dengan memuaskan. Bermain pada resolusi maksimal 1366×768, game bisa dijalankan dengan kualitas grafis ultra. Skor yang didapat, 36 FPS dengan konsumsi CPU 50 persen, dan GPU 99 persen. (jp/int)

iklan usi