Saintek

Indonesia Bakal Punya Kota Digital untuk Startup Nasional di Batam

FaseBerita.ID – Pemerintah akan membangun kawasan ekonomi digital atau kota digital di Batam, Kepulauan Riau. Kota digital tersebut masih dalam proses pembangunan oleh Citramas Group dan Sinar Mas Land yang bernama Nongsa D-Town.

Kota tersebut memiliki luas 62 hektare (Ha) yang dianggap sangat cocok untuk menjadi basecamp para pelaku startup tanah air. Nongsa D-Town ini juga akan menjadi jembatan digital antara Indonesia dengan Singapura, dan rencananya akan menyerap 8.000 tenaga digital. Di dalam kota digital akan dibangun perkantoran, pusat perbelanjaan dan gaya hidup, pusat pelatihan digital, hotel, dan co-working atau co-living spaces.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kehadiran kota digital tersebut sejalan dengan rencana pemerintah dalam melakukan Percepatan Pengembangan Kawasan Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang (BBKT). Di BBKT sendiri, pemerintah menargetkan investasi tahunan sebesar Rp 75 triliun.

“Untuk mencapai target pertumbuhan 5,8 persen pada 2020-2025,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (2/3).

Airlangga menyebut, dari angka itu pemerintah menargetkan proporsi investasinya lebih besar di wilayah Batam. “Batam akan memiliki peran yang signifikan dan diharapkan dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan total investasi di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga berencana membangun pusat data di Batam. Alasannya, letak Batam yang memiliki kelebihan secara geografis yaitu dekat dengan Singapura diharapkan dapat mengarahkan pengembangan industri digital di Batam, dan kota-kota lain.

“Bisa menjadi jembatan digital untuk menghubungkan Singapura ke kota lain yang sedang berkembang di Indonesia,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Chan Chun Sing mengatakan, kehadiran Nongsa D-Town akan membuka peluang para pelaku teknologi kedua negara berkolaborasi.

Hal ini memungkinkan kedua negara untuk mengembangkan pusat teknologi mereka yang saling menguntungkan dan mereka dapat mempelajari kebutuhan konsumen dan bisnis digital di masa depan dan seterusnya. (dc/int)