Saintek

Dhuaini Fista, Siswi SMA Mengajar SD: Gegara Korona Pendidikan Kami Terancam..

ASAHAN, FaseBerita.ID-Semangat tampak di wajah Dhuaini Fista warga Dusun VI, Desa Sei Alim Hasak, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan yang sedang memberikan pelajaran sekolah kepada 5 anak yang saat ini duduk di kelas 1 dan 2 SD.

Setiap hari Dhuaini memberikan les pelajaran kepada anak-anak tersebut dengan durasi 2 jam.
Gadis remaja yang saat ini sedang menjalani pendidikan di bangku SMK ini juga menyediakan fasilitas untuk belajar anak-anak tersebut. Dengan dukungan kedua orangtuanya Tedi Rohadi dan Sarmini, Dhuaini bisa dapat memanfaatkan ruang tamu rumah dan menyediakan papan tulis serta meja belajar.

Saat ditemui wartawan, Sabtu (12/9/2020) Dhuaini mengaku sengaja membuat khursus kepada anak yang duduk di bangku SD karena merasa prihatin terhadap minimnya belajar dan mengajar di sekolah saat masa pandemi Covid19.

“Kasian aja om sama adek-adek ini. Mereka masuk sekolah hanya seminggu sekali, itupun hanya mendapatkan tugas rumah dari guru,” jelas Dhuaini kepada wartawan.
Dhuaini merasa kasian sebab ia pun turut merasakan minimnya belajar dan mengajar di sekolah. Maka dari itu Dhuaini berinisiatif berbagi ilmu kepada anak-anak tersebut dengan ikhlas.

“Kalau tidak dibuat les khursus, bagaimana nanti nasib adek-adek ini ke depan? Kasihankan, kalau kelas dua SD gak bisa baca. Pastinya sangat lambat pengetahuan mereka nantinya,” tuturnya.

Dengan senyum dan raut wajah menyenangkan Dhuani mengaku riang telah memberikan les pelajaran kepada anak-anak ini. Walaupun Dhuaini harus memikirkan pendidikannya yang saat ini masih terkendala karena Covid19 namun ia tetap harus optimis demi meraih cita-citanya.

“Mau cemana lagi lah om. Ini sudah menjadi keputusan pemerintah, kita harus turuti. Gara-gara korona pendidikan kami terancam,” keluhnya.

Untuk biaya les tersebut, Dhuaini tidak begitu menghiraukan faktor besaran nilai uang. “Kalau uang khursus ada om, tapi sebenarnya gak saya faktorkan. Seikhlas hati orang tua adek-adek inilah. Itu pun uangnya untuk keperluan mereka juga seperti beli alat tulis dan lainnya,” terang Dhuaini.

Di tempat yang sama, salah satu anak yang merupakan peserta les mengaku senang dengan cara Dhuaini mengajar. Sebab, anak-anak tersebut mengaku tidak tertekan oleh pelajaran yang diberikan oleh Dhuaini.
“Kak Dhuaini baik om, gak suka marah. Udah gitu pinter pula bisa ngajarin kami,” kata Gadis Agustina, salah satu murid Dhuaini Fista.(bay/esa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button