Saintek

Bupati Simalungun Ajak ASN dan Masyarakat Kuliah di USI

Akreditasi Baik

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID-Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH mengapresiasi status akreditasi baik Program Studi Magister Pendidikan IPS Sekolah Pasca Sarjana Universitas Simalungun.

Radiapoh Hasiholan Sinaga mengharapkan masyarakat Simalungun untuk terus menerus meningkatkan sumber daya manusia dengan cara melanjutkan pendidikan. Universitas Simalungun yang terletak di Kota Siantar, secara jarak cukup dan hemat bagi warga Simalungun.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun agar melanjutkan studi ke USI, karena di Universitas Simalungun sangat lengkap program studinya. Terdapat 5 Fakultas dengan 14 Program Studi S1 dan 4 Program Studi pascasarjana S2, seluruhnya telah terakreditasi oleh BAN-PT,” kata Radiapoh Hasiholan Sinaga, saat mengunjungi USI serta bertemu dengan Rektor USI Dr Corry Purba.

Universitas Simalungun (USI) sendiri didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar dengan Akta Notaris Pendirian Badan Penyelenggara Nomor : 1 tanggal, 9 April 1966. USI merupakan anak kandung dari Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Simalungun dan pemerintah Kota Pematangsiantar tetap bersinergi dengan pengelola Universitas Simalungun secara terpadu dan berkesinambungan, meningkatkan kualitas SDM anak bangsa, terutama masyarakat Kabupaten Simalungun dan Kota Siantar.

Hal tersebut didukung oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Simalungun Jamesrin Saragih SPd M.Si.

“Peningkatan status akreditasi USI dan program studinya merupakan berita baik buat kita terutama para guru dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun. Karena Universitas Simalungun telah menambah Program Studi baru yaitu Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Kami akan memberikan ijin belajar kepada seluruh ASN yang melanjutkan studinya di Universitas Simalungun,” kata Jamesrin Saragih.(rel/esa)