Riwayat

Kisah Pilu Lopian, Pejuang Wanita Batak

FaseBerita.ID – Lopian bukanlah “figuran” dan bukan pula sekadar penonton atau pelengkap penderita dari Perang Batak yang berlangsung selama 30 tahun. Lopian juga dikatakan mewarisi karisma dan sikap kesatria dari ayahandanya.

Meskipun dirinya seorang wanita, namun Lopian memegang peran penting dalam menghimpun dukungan berbagai pihak guna mendukung perjuangan yang dilakukan ayahnya terhadap Belanda.

Momentum pertempuran sengit di sekitar Pearaja, Dairi, adalah fakta sejarah dimana hampir seluruh sanak keluarga  XII turut terlibat secara frontal menghadapi kepungan tentara Belanda yang penuh nafsu membunuh.

Berdasarkan sejumlah referensi seputar tragedi kematian Sisingamangaraja XII, detik-detik terakhir pada medio Juni 1907 itu, merupakan momentum sangat genting penuh ketegangan.

Baca juga: Semangat Juang Raja Si Singamangaraja XII

Pada saat itu, Sisingamangaraja XII bersama istri, anak-anak, para panglima dan sisa pasukannya, terlunta-lunta naik turun jurang, keluar masuk hutan, dalam kejaran tentara Belanda yang jumlahnya besar dengan kelengkapan senjata lebih modern.



Pascasarjana

Unefa
1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button