Riwayat

Ferdinand Lumban Tobing, Orang Batak Kedua Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

FaseBerita.ID – Ferdinand Lumban Tobing adalah seorang pejuang kemerdekaan yang berlatar belakang profesi dokter. Ketidaksenangannya terhadap kolonial yang sudah lama tersimpan dalam hatinya.

Dalam sejarah perjuangannya, putra bangsa kelahiran Tapanuli ini lebih banyak tercatat pada zaman pendudukan Jepang dan zaman revolusi kemerdekaan, yakni perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari upaya Belanda merebut kembali Republik Indonesia, peristiwa yang lebih sering dikenal dengan istilah Agresi Militer Belanda.

Karena keluarganya pindah ke Pulau Jawa, masa remaja pun dilalui Ferdinand di Pulau Jawa. Bahkan, pendidikan dasar pun dijalani dan diselesaikannya di Depok, Bogor, Jawa Barat. Di Indonesia sendiri, pasukan pendudukan Belanda mengalami kekalahan dari pasukan Jepang. Sehingga, bangsa Indonesia yang tadinya merupakan koloni Belanda kemudian digantikan oleh Jepang.

Peralihan kekuasaan di Indonesia dari Belanda kepada Jepang pada 1942 memberikan pengalaman berharga bagi Ferdinand Lumban Tobing. FL Tobing, demikian namanya kerap ditulis, menyaksikan sendiri kekejaman Dai Nippon terhadap orang-orang Indonesia. Dari sanalah aksi-aksi perlawanannya muncul.

Tidak heran jika nantinya orang Batak ini dijadikan target pembunuhan tentara Jepang. FL Tobing masih berdinas sebagai dokter ketika Jepang datang. Sejak 1935, ia sudah bertugas di Sibolga ibukota Karesidenan Tapanuli yang kebetulan kampung halamannya sendiri. FL Tobing dilahirkan di Sibuluan, salah satu desa di Sibolga tanggal 19 Februari 1899 (Gubernur Sumatera dan Para Gubernur Sumatera Utara, 2006:57).

iklan usi

1 2 3 4Laman berikutnya