Otomotif

Uji Irit Honda Mobilio

Jauh dari persepsi publik, Honda mengklaim mobil Low MPV (Multi Purpose Vehicle) andalannya Honda Mobilio, lebih ramah di kantong untuk biaya operasionalnya. Honda mengklaim dari sisi biaya bensin dan biaya perawatan mobil lebih murah dibanding kompetitornya.

Hal tersebut disampaikan Public Relation and Digital Manager PT Honda Prospect Motor Yulian Karfili di Jakarta, Sabtu (1//2) lalu.

Pria yang akrab disapa Arfi itu mengatakan, biaya bensin Honda Mobilio sejauh 50.000 km mencapai Rp27 juta dengan asumsi biaya bensin per liter Rp9.000 dengan konsumsi BBM Mobilio mencapai 17,05 km per liter.

Sementara kompetitor yang tidak disebutkan namanya, biaya bensinnya sejauh 50.000 km mencapai Rp36,8 juta dengan konsumsi BBM mencapai 12,5 km per liter. “Ada selisih Rp9,8 juta biaya BBM,” ujarnya.

Sementara untuk biaya perawatan berkala sampai 50.000 km, Honda Mobilio tarifnya mencapai Rp2,7 juta, sedangkan kompetitor X mencapai Rp3,7 juta. Selisih Rp 1 juta. “Jadi totalnya sejauh 50.000 km selisih Mobilio dan kompetitor X dari sisi biaya bensin dan biaya perawatan bedanya Rp10,8 juta lebih murah Mobilio,” ujar Arfi.

Uji Irit Mobilio

Honda selama ini sering menggelar uji irit Mobilio bersama komunitas. Rekornya pun terus bertambah. Bila sebelumnya mencapai 28 km per liter, maka Sabtu siang lalu, rekornya kembali pecah menjadi 31,5 km per liter. Angka itu dipecahkan oleh Teguh Irmansyah dari komunitas Mobility.

Uji irit dilakukan dengan rute dari kantor pusat PT Honda Prospect Motor di kawasan Sunter, Jakarta menuju Taman Budaya Sentul, Bogor, Jawa Barat sejauh sekitar 60 km. Jalanan sempat terhambat karena macet di km 6 Jagorawi menjelang pintu keluar Cibubur.

Kebanyakan para pengguna mobil tidak menyalakan AC selama perjalanan dan melaju mobilnya dengan pelan di kecepatan sekitar 40 km per jam. detikcom yang mengemudikan mobil dengan normal, pada kecepatan maksimal 60 km per jam dengan AC menyala hanya sanggup membukukan angka konsumsi BBM 19,3 km per liter saja. (int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button