News

Yuk Mampir ke Paviliun Paluta: Ada Dodol, Kopi, juga Kain Tenun

FaseBerita.ID – Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) Andar Amin Harahap dan Wabup Hariro Harahap menghadiri pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-48 tahun 2019 di Medan.

Turut hadir, Ketua DPRD Paluta Mukhlis Harahap Shi, Kajari Paluta Rizal S Nyaman, Ketua Dekranasda Paluta Ade Aan Rostiani, Sekda Paluta H Burhan Harahap SH serta para pimpinan kepala OPD Kabupaten Paluta, camat beserta undangan lainnya.

Pantauan Metro Tabagsel, Jumat (8/3) malam di paviliun milik Pemkab Paluta tampak dipajang aneka makanan home industri UMKM Paluta, komoditi hasil kerajinan tangan berupa tenunan, anyaman tikar dari rotan. Ada juga barang hasil pahatan kayu, hasil pertanian seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Bupati Andar Amin Harahap dalam sambutannya mengapresiasi kinerja Dinas Perindag atas kesiapan paviliun Paluta di even PRSU ke-48 tahun 2019. “Ini adalah pertama kali saya hadir di paviliun Paluta pada acara PRSU semenjak saya menjabat sebagai bupati dan persiapan ini saya lihat cukup meriah dan patut kita apresiasi kinerja Dinas Perindag,” kata Bupati Andar.

Melalui ajang PRSU ini diharapkan daerah Kabupaten Paluta bisa mengenalkan berbagai macam hasil kerajinan tangan serta berbagai destinasi pariwisata kepada dunia luar dengan tujuan membawa dampak positif pada perkembangan usaha dan ekonomi masyarakat luas.

Terpisah, Kadis Perindag Paluta Hamdan Sukri Siregar mengatakan bahwa Paluta menampilkan berbagai produk lokal yang merupakan hasil produksi UMKM milik masyarakat di berbagai daerah wilayah kabupaten Paluta, di antaranya Dodol Balakka dan Togakur, Sirup Balakka hasil produk UKM Aneka Makanan Padang Garugur, kain tenun dan baju khas Paluta dari Desa Sidingkat, tenun abit godang, lumpang, tikar lapis dan sebagainya. “Hasil UMKM masyarakat Paluta jadi unggulan pengisi paviliun antara lain dodol Balakka, kain tenun dan togakur dan kopi,” katanya.

Untuk itu, keikutsertaan Paluta pada PRSU tahun ini diharapkan dapat menjadi tempat pengenalan produk lokal hasil UKM masyarakat Paluta sekaligus meraup keuntungan bagi para pengusaha UMKM dari hasil penjualan produk.

Kemudian nantinya bisa menjadi ajang untuk mengikat jalinan kerjasama dagang dengan investor dan pedagang lain sehingga bisa meningkatkan ekonomi pelaku UMKM dan perajin yang ada di daerah Kabupaten Paluta. (ais)

USI