News

YP Sultan Agung & Komunitas Etnis Tionghoa Berbagi 1.028 Paket Sembako

SIANTAR, FaseBerita.ID– Sebanyak 289 abang becak dan lebih dari 700-an warga lainnya mendapat bantuan sembako dari Yayasan Perguruan (YP) Sultan Agung bersama belasan yayasan, komunitas, serta grup amal dan lembaga keagamaan Buddha yang ada di Kota Pematangsiantar.

Penyerahan bantuan yang diperuntukkan kepada warga terdampak pancemi Covid-19 ini dilakukan di Halaman YP Sultan Agung, Jalan Surabaya, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (21/5).

Amatan media ini, sejak pagi hari pukul 09.30 WIB, ratusan abang becak mengantre dan beriringan memasuki yayasan perguruan yang berada di pusat kota itu. Sebelum menerima sembako, para abang becak terlebih dulu diberikan masker dan disemprot hand satinizer.

Sekira pukul 13.00 WIB, giliran 700-an warga berdatangan dan mengantre dengan tetap menjaga physical distancing untuk mendapatkan sembako.

Ketua Yayasan Sultan Agung, Aken mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk kerjasama dan berbagi kasih dari yayasan, organisasi, grup amal, vihara dan lembaga keagamaan Buddha yang ada di Kota Siantar.

“Semoga kita bisa membantu meringankan beban sosial ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Ketua DPD Walubi Kota Pematangsiantar Susanto mengungkapkan, bantuan sembako yang terdiri dari beras, mi instan, mi lidi, mihun, kecap garam, minuman dan beragam kebutuhan pokok lainnya itu berasal dari donatur yang ada di Kota Siantar maupun luar kota.

“Seperti yang kita ketahui, saat ini kita sedang berjuang melawan virus Covid-19 yang melanda negeri kita Indonesia. Virus itu berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi di Indonesia, salah satunya di Kota Pematangsiantar. Maka dari itu kami masyarakat yang tergabung dari yayasan sosial, yayasan sekolah, grup-grup amal, vihara dan majelis-majelis keagamaan Buddha serta pengusaha, bersatu dan bekerjasama berbagi kasih dalam bentuk pembagian sembako sebanyak 1028 paket kepada warga yang terkena dampak akibat pandemi Covid-19,” jelas Susanto.

Disebutkan, adapun yayasan, organisasi, grup amal dan vihara serta majelis keagamaan Buddha dan pengusaha yang menyumbang pada kegiatan itu, di antaranya, DPD Walubi Pematangsiantar, BSS Foundation, dan PC MBI.

Walikota Siantar bersama Ketua YP Sultan Agung Aken, tokoh agama Budha dan tokoh masyarakat Tionghoa Kota Siantar.

Ada juga dari Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI), YP Sultan Agung, Yayasan Sosial Kemuliaan Moral, Majubumi, Lions Club Siantar Merdeka, YP Buddhist Manjusri, Vihara Dharma Prathama, Perkumpulan Marga Hakka, Hearty Yoga Studia (Ibu dan Bapak Sosial), Komunitas Zhen Qi dan Kilang Padi Bonar Jaya.

“Tujuan kegiatan ini adalah membantu meringankan beban sosial ekonomi masyarakat yang terkena dampak akibat pandemi Covid-19. Di sini juga perlu kami sampaikan bahwa masyarakat yang mendapat bantuan berupa paket sembako adalah masyarakat yang secara sosial ekonomi terkena dampak tanpa mengenal suku, agama dan ras. Hanya satu harapan kami, semoga apa yang kami lakukan hari ini, meskipun tidak mampu memenuhi semua apa yang dibutuhkan, paling tidak bisa meringankan beban masyarakat.”

Gunawan, petugas Penyelenggara Agama Buddha Kementerian Agama Pematangsiantar yang turut hadir di sana mengatakan berharap semoga kegiatan tersebut bisa membantu masyarakat.

“Kemenag juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semuanya. Semoga bisa menjadi berkah kepada kita semua. Di sini saya juga tak lupa meyampaikan ‘Minal Aidin Wal Faizin,

mohon maaf lahir bathin. Selamat Idul Fitri bagi umat Islam yang merayakannya,” katanya.

Sebelumnya Walikota Pematangsiantar Hefriansyah mengapresiasi apa yang dilakukan belasan yayasan, komunitas etnis Tionghoa yang peduli sesama tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan golongan di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Hefriansyah saat menghadiri kegiatan pembagian sembako tersebut.

“Selama saya walikota, saya perhatikan telah banyak bantuan sosial yang diberikan yayasan dan komunitas etnis Tionghoa, baik kepada pemerintah kota maupun masyarakat Pematangsiantar,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Hefriansyah, ia berharap penerima bantuan bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. “Kemudian, perhatikan saudara kita yang telah memberikan bantuan dengan menanamkan rasa kasih dan sayang, agar rasa persaudaraan kita di Kota Pematangsiantar tetap terjaga baik dan harmonis,” sebutnya.

Masih katanya, kegiatan tersebut menunjukkan Kota Pematangsiantar bukan hanya memiliki toleransi yang kuat, tapi rasa persaudaraan sudah terpatri dalam jiwa dan sanubari masyarakatnya.(rel/hez/int)

USI