News

Yayasan Sari Asih Nusantara Pailit, 4.701 Nasabah di Simalungun Minta Uang Dikembalikan

RAYA, FaseBerita.ID- Diperkirakan sekitar 4.701 nasabah tabungan pendidikan di Yayasan Sari Asih Nusantara ikut menjadi korban kepailitan yayasan yang memilik Kantor Unit di Komplek Perumahan Raya Permai Naga Tongah no.4 Kelurahan Raya,Kecamatan Raya ini.

Nasabah yang kecewa karena klaim pencairan yang sudah jatuh tempo tidak dibayarkan pihak Yayasan Sari Asih kemudian mendatangi Mapolres Simalungun, Senin (28/6/2021).

Para nasabah yang datang dari beberapa kecamatan ini berharap tabungan yang ditujukan persiapan untuk biaya pendidikan anak tersebut, dapat dibayarkan pihak Yayasan Sari Asih Nusantara.

Para nasabah sudah mendatangi Kantor Unit Raya Jalan St Gr Marudi Sumbayak, tidak ada jawaban kepastian kapan pembayaran. Malah pegawai menyampaikan bahwa Yayasan Sari asih Nusantara sudah pailit dan tidak mampu membayar kewajiban kepada nasabah yang sudah jatuh tempo pembayaran.

Boru Sinaga, warga Kecamatan Raya Kahean yang turut berada di lokasi mengatakan, dirinya sudah menjadi nasabah sekitar 10 tahun. Dengan premi Rp 50.000 per bulan yang system pembayarannya dijemput oleh petugas Yayasan Sari Asih Nusantara. Sebelumnya dirinya sudah pernah mencairkan tabungan dan kemudian tabungan dilanjutkan untuk persiapan anaknya masuk SMA.

Namun saat jatuh tempo bulan Juni, dirinya mendapat kabar kondisi Sari Asih Nusantara yang tidak membayar nasabah yang sudah jatuh tempo. Dan saat dipertanyakan ke Unit Raya, jawabannya memang kondisi tidak mampu membayar karena pailit.

“Kami hanya berharap uang kami kembali. Jika memang pailit, kenapa petugas masih melakukan penagihan sampai Juni. Tolonglah pak, bantu kami,” katanya.

Ratusan nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara saat di Polres Simalungun.

Hal senada disampaikan Boru Sinaga dari Nagori Simpang Raya Kecamatan Panei. Dirinya meruakan nasabah dengan premi Rp200.000 per bulan dan jatuh tempo pada bulan Juli. Namun, mendapat kabar bahwa Sari Asih Nusantara tak membayar nasabah lain yang sudah jatuh tempo. Bahkan ada yang sudah berbulan-bulan jatuh tempo.

“Uang itu adalah persiapan anak sekolah. Kami sangat membutuhkannya sekarang,” katanya.

Sementara John Sipayung, salah satu nasabah warga Kelurahan Merek Raya mengharapkan pihak Polres Simalungun memeriksa seluruh karyawan dan pimpinan Yayasan Sari Asih Nusantara unit Raya.

“Mereka diduga melakukan penipuan, tidak menyampaikan secara jelas kondisi Yayasan Sari Asih Nusantara. Bahkan masih menagih, walau ternyata sudah bermasalah dalam pembayaran terhadap nasabah yang jatuh tempo,”katanya.

Sementara METRO yang mencoba konfirmasi terkait nasib uang nasabah kepada pihak Yayasan Sari Asih Nusantara ke kantornya yang berada di Jalan St Gr Marudi Sumbayak Nomor 4 Kelurahan Raya Kecamatan Raya, sudah ditutup.

Ternyata aktifitas kantor sudah tidak berjalan da nada pengumuman dari Mahkamah Agung yang menyatakan Yayasan Sari Asih Nusantara dalam kondisi pailit. Banyak juga nasabah yang mendatangi kantor untuk mempertanyakan nasib tabungannya, namun tidak ada jawaban karena petugas sudah tidak ada.

Walau sudah dinyatakan pailit, nasabah ternyata masih membayarkan kewajibannya hingga bulan Juni. Petugas masih menagih ke rumah nasabah.

“Kalau masih ditagih tabungan Juni, kemana uang tersebut dibuat petugas? Ini namanya penipuan,” kata salah satu nasabah Boru Purba.

Informasi dihimpun, lebih 30.000 nasabah sudah bergabung dengan Yayasan Sari Asih Nusantara di Provinsi Sumatera Utara. Nilai tabungan diperkirakan Rp 87,5 Miliar telah dikumpulkan yayasan milik Rusmani Manurung ini. (esa/fabe)