News

Yayasan Mahardika Tapian Pospos, Unjuk Kompetensi Melalui Program Pelatihan

FaseBerita.ID – Tahun 2020, Pemerintah menetapkan persyaratan wajib kompeten bagi tenaga teknis di semua usaha jasa, bisnis, distribusi, komunikasi, pendidikan, lingkungan hidup, keuangan, konstruksi, kesehatan, sosial, rekreasi, kebudayaan, olahraga, pariwisata dan transportasi.

Adapun tujuan komitmen tersebut sebagai strategi untuk memenangkan persaingan global dengan menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan ini menjadi agenda prioritas bangsa Indonesia. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2019, menekankan pentingnya para pihak termasuk user, dalam menerapkan siklus pengembangan kompetensi SDM, yaitu: Competency Assessment dan Competensi-Based.

Program sertifikasi kompetensi merupakan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonnsia dalam memperoleh pengakuan kompetensi dari lembaga sertifikasi.

Dalam pencapaian kompetensi yang diinginkan kota Pematangsiantar dapat dipenuhi melalui jenis pendidikan Salah satu jenis pendidikan non formal adalah pelatihan, kegiatan pelatihan memberikan manfaat yang cukup besar bagi peserta pelatihan apabila dikelola dengan baik.

Dewasa ini banyak orang telah memanfaatkan pelatihan untuk membantu mereka dalam melaksanakan berbagai tugas dalam kehidupan. Dalam perkembanganya lebih lanjut pelatihan ini menjadi makin beragam sesuai dengan perkembangan sosial ekonomi yang makin kompleks dan berangkai.

Ketua Yayasan Mahardika Tapian Pospos ibu Laspinta Lumban Batu MPd menjelaskan,Yayasan Mahardika Tapian Pospos sebagai pusat pendidikan dan pelatihan akan berperan strategis menjembatani kebutuhan ini sebagai partner pemerintah untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi yang terus berkembang dalam dinamika tranformasi industri ke-4.

Tersaji berbagai jenis program pelatihan kompetensi yang terlaksana langsung di Kantor Yayasan jalan Gunung Sibayak No.9 Kelurahan Karo Kecamatan Siantar Selatan Pematangsiantar. Program pelatihan berbagai bidang kompetensi telah banyak dilakukan di Yayasan ini.

Terbaru, dilaksanakan pelatihan memayet yang bersumber dari swadaya masyarakat, Jumat-Sabtu (13-14/3/2020).

Mengingat antusias warga untuk mendapatkan ilmu dari pelatihan kompetensi-kompetensi membuat Ketua Yayasan Laspinta Lumban Batu terus berinovasi menyelenggarakan berbagai jenis kompetensi berdasarkan analisis kebutuhan pelanggan yayasan. Tentu Yayasan Mahardika tidak bekerja sendiri, namun bekerjasama dengan berbagai pihak seperti LPK DAM’S MODA yang langsung dilatih oleh Dame Marbun SPd, sebagai instruktur pelatihan.

Menurut Laspintas, globalisasi mendorong persaingan yang semakin kuat di bidang ketenagakerjaan khususnya yang menyangkut kualitas tenaga kerja yang dicetak (Suply) harus memenui standart kebutuhan dan permintaan (demand) dunia usaha dan dunia industri. Proses pelatihan untuk mencetak tenaga kerja yang sesuai (match) dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industry. Oleh karena itu pelatihan keterampilan dan produktifitas tenaga kerja bagi masyarakat sangat diperlukan dan sifatnya urgen.

“Kita siap bekerjasama dengan pemerintah kota Pematangsiantar dengan melakukan percepatan membumikan kompetensi dalam kegiatan pelatihan berbasis pendidikan. Karena prinsip pelayanan kami yakni ‘Pendidikan Dimulai Dari Pembelajaran, Untuk Belajar dan Oleh Pembelajar’. Relevansinya semua harus dimulai ketika era kompetensi menjadi kebutuhan urgen,” kata Pinta. (ros/fi)

USI